Bantah OTT di Kabupaten Bogor, Pihak KPK Berikan Klarifikasi*






JAKARTA, - ||

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), membantah kabar operasi tangkap tangan diwilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, meski pun tujuh orang dibawa untuk dimintai keterangan.


Terkait adanya tujuh orang yang telah diciduk tersebut, pihak KPK tidak membantah justeru malah berdalih kalau informasi tentang OTT adalah tidak benar adanya. Jubir KPK juga terus mengatakan, kalau keberadaan mereka bukan dalam konteks OTT. Ia menyatakan, bahwa mereka yang dibawa itu dalam rangka untuk menjalani proses permintaan keterangan sebagai tindak lanjut laporan masyarakat.


“Kegiatan permintaan keterangan, menindaklanjuti laporan masyarakat,” ujar Budi Jubir KPK.


Namun publik bertanya-tanya, kenapa pihak KPK jadi terkesan seperti merahasiakan dengan tidak mengungkap identitas maupun latar belakang para pihak yang dimintai keterangan tersebut. Terlebih, pihak KPK juga belum bisa menjelaskan substansi laporan masyarakat dimaksud yang menjadi dasar kegiatan operasionalnya di wilayah Kabupaten Bogor.


Jubir KPK itu hanya bisa melontarkan janji, bahwa perkembangan terkait kegiatan tersebut nantinya pasti akan disampaikan kepada publik secara transparan. 


Sementara informasi yang berkembang, KPK disebut-sebut telah mengamankan uang senilai sekitar Rp1,5 miliar dalam Operasi yang disangkal sebagai Operasi Tangkap Tangan (OTT) di wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat tersebut.


"Barang bukti 1,5 miliar," ujar sumber di internal KPK, saat dihubungi wartawan via WA, Kamis (20/8).


Menurut info, sejumlah Kepala Dinas (Kadis) ikut terjaring dalam operasi senyap itu. Beberapa diantaranya, dikabarkan pula sudah berada di kantor KPK.


"Terima duit dari rekanan 1,8 M, yang terima staf bupati," beber sumber lagi.


Jadi begitulah rupanya, gaya transparan lembaga anti rasuah yang bernama KPK dan belakangan ini makin disoroti publik. Sehingga memicu pertanyaan, dalam transparan yang bagaimana dan seperti apa yang dimaksud Jubir KPK itu? Tentunya Publik perlu mendapat kejelasan, dan berharap mudah-mudahan saja aksi KPK bukan OTT (Operasi Tau sama Tau), alias aksi akal-akalan oknum perusak integritas. 


Wajar saja kan, bila masyarakat sekarang rajin  menyoroti KPK. Pasalnya, belakangan ini marwah KPK sudah banyak tercoreng oleh oknum pejabatnya yang terungkap berprilaku kotor!. 


Pihak media juga sudah berupaya menghubungi Bupati Bogor, Rudy Susmanto, untuk mengkonfirmasi adanya dugaan penangkapan Kepala Dinas oleh KPK itu melalui pesan tertulis dan sambungan telepon. Namun hingga berita ini dibuat, nomor telepon sang Bupati tidak aktif. (FC-G65)

Lebih baru Lebih lama