Karawang – ||
Penemuan mayat seorang pria di kawasan Perumahan Griya Indah, Desa Parungmulya, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang, pada Kamis (27/11) siang menggemparkan warga sekitar. Polres Karawang kini melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap penyebab kematian pria berinisial S, yang ditemukan tidak bernyawa di dalam rumahnya.
Peristiwa ini pertama kali diketahui sekitar pukul 13.00 WIB ketika beberapa warga mulai curiga karena tidak melihat aktivitas korban sejak pagi hari. Seorang tetangga yang merasa khawatir kemudian mencoba memeriksa kondisi rumah korban. Setelah beberapa kali dipanggil namun tidak ada respons, warga akhirnya melapor kepada pihak kepolisian.
Mendapat laporan tersebut, petugas dari Polsek Ciampel dan Polres Karawang segera mendatangi lokasi kejadian. Aparat kemudian melakukan pengecekan kondisi korban serta memastikan keamanan area sebelum melanjutkan proses olah tempat kejadian perkara (TKP).
Kasie Humas Polres Karawang, Ipda Cep Wildan, membenarkan bahwa tim kepolisian langsung turun tangan untuk menangani kasus ini.
“Setelah menerima laporan dari masyarakat, personel kami langsung menuju TKP untuk melakukan pemeriksaan awal. Kami memastikan seluruh prosedur identifikasi berjalan sesuai standar,” ujarnya.
Petugas juga melakukan dokumentasi TKP dan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, termasuk warga yang pertama kali menemukan korban. Tahapan ini dilakukan guna memastikan setiap informasi yang diperoleh dapat menjadi petunjuk penting dalam mengungkap penyebab kematian.
Korban diketahui merupakan pria kelahiran Karawang, 25 Mei 1969, yang tinggal seorang diri di rumahnya di Blok C2/18 Perum Griya Indah. Kehidupan sehari-harinya membuat warga sekitar cukup mengenalnya, meski korban disebut jarang berinteraksi lebih dalam.
Menurut keterangan warga, beberapa hari sebelum ditemukan, korban tidak terlihat melakukan aktivitas di luar rumah seperti biasanya. Hal ini membuat situasi terasa janggal dan akhirnya mendorong tetangga untuk memastikan kondisinya.
Dari pemeriksaan awal di lokasi kejadian, polisi menduga korban meninggal dunia akibat sakit. Dugaan ini muncul setelah petugas tidak menemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban.
Selain itu, menurut penuturan sejumlah warga, korban diduga memiliki riwayat gangguan kejiwaan. Meski demikian, polisi menegaskan bahwa penyelidikan tetap dilakukan secara objektif dan menyeluruh, tanpa mengesampingkan kemungkinan lain.
“Untuk memastikan penyebab kematian, kami akan tetap berpegang pada hasil pemeriksaan medis dan forensik. Semua masih dalam proses,” jelas Ipda Cep Wildan.
Jenazah korban kemudian dievakuasi ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut, termasuk identifikasi lengkap dan analisis kondisi tubuh.
Seluruh rangkaian kegiatan olah TKP berjalan aman dan kondusif. Tidak ada kendala berarti selama proses pemeriksaan berlangsung. Polisi juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar segera melapor jika menemukan hal-hal mencurigakan atau situasi darurat serupa.
“Pelaporan cepat dari masyarakat sangat membantu kami dalam bergerak lebih awal. Kami mengapresiasi respons warga yang sigap,” tambahnya.
Penemuan mayat ini sempat menghebohkan warga Perumahan Griya Indah. Banyak warga menyatakan tidak menyangka bahwa korban meninggal tanpa diketahui dalam waktu cukup lama, mengingat lokasi rumah berada di kawasan pemukiman yang cukup padat.
Peristiwa ini juga membuat warga mulai meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap aktivitas tetangga yang tinggal seorang diri. Beberapa warga berharap kejadian ini menjadi pelajaran penting agar lingkungan terus meningkatkan kepedulian sosial.
Meri heriyanto

