Bekasi. JurnalinvestigasiMabes.com Selanjutnya, Ironis dapat titik terangnya, jika seorang Sekretaris Desa tidak mengetahui anggaran belanja desa. Hal itu terjadi di Desa Sukaindah Kecamatan Sukakarya Kabupaten Bekasi.
Bermula dari pengadaan mobil ambulans Desa Sukaindah, Asep Sardi yang menjabat sebagai Sekdes Sukaindah tidak mengetahui besaran anggaran untuk pengadaan mobil ambulans.
“Kalau ingin lebih jelas silahkan konfirmasi ke uangan dan Lurah bang , abang cari berita yg valid kan?,”kata Sekdes saat dihubungi. Pada Selasa (09/04/2024)
"Takut salah nanti saya konfirmasi keuangan dulu ya, Makanya kalau ingin jelas silahkan konfirmasi ke uangan dan Dealer. Sebab semua Dokumen ada di keuangan dan lurah,"tambahnya.
Saat dikonfirmasi pengadaan mobil ambulans itu, lagi-lagi sekdes Asep sardi tidak mengetahui secara detail dan mengalihkan agar bertanya langsung ke Kepala Desa, meskipun dalam pembentukan APBDes seorang sekdes menjadi salah satu yang memiliki kolom tanda tangan.
“Iya pasti bang tapi yang detailnya ada di Lurah dan keuangan walaupun di saya ada itu ada di kantor bang,”ujar ia.
Sebelumnya, Pengadaan mobil ambulans Desa Sukaindah Kecamatan Sukakarya Kabupaten Bekasi jadi sorotan, pasalnya mobil untuk kebutuhan masyarakat itu baru diadakan di tahun 2024 padahal, pengadaan mobil itu dianggarkan pada tahun anggaran 2023.
Hal itu pun menjadi pertanyaan, bagaimana pelaporan anggaran tahun 2023 bisa lolos dari audit?, sedangkan anggaran di tahun 2024 untuk desa sudah dikucurkan.
Menangapi hal itu, Pendamping Lokal Desa (PLD) Sukaindah Mulyadi membenarkan hal itu. Kata Ia mobil ambulan Desa Sukaindah yang bersumber dari Dana Desa sudah dibelanjakan di bulan Desember 2023.
“Desember 2023 sudah dibelanjakan, baru turun kemarin mobilnya, lambatnya karena STNK nya belum turun,” ungkap Ia kepada Wartawan.
Sebelumnya, Sekertaris Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sukaindah Sukaindah Endang Firtana, Dirinya mengetahui prihal pembelanjaan Mobil Ambulance di tahun anggaran 2023,
"Ya Bang ada di anggarkan untuk ambulans, "jawab Endang singkat dalam sambungan telpon nya.
Namun lanjut Endang, menurutnya sampai akhir Maret 2024 belum melihat adanya mobil ambulans terparkir, ia menyatakan kemungkinan anggaran ratusan juta untuk belanja mobil ambulans itu diduga Fiktif.
"Tapi saya belum liat Bang barangnya sampai ahir tahun, kalau nggak ada ya mungkin fiktif Bang," jawab Endang singkat.
Sayangnya Kepala Desa Sukaindah Endang Syuhada belum dapat memberikan tanggapan soal pengadaan mobil ambulans tersebut. Begitu juga dengan Sekretaris Desa Sukaindah Asep sardi saat dihubungi enggan memberikan keterangan.
Informasi yang berhasil dihimpun, pengadaan mobil ambulans tersebut diduga dikolaborasikan dengan pendamping desa setempat, benarkah demikian simak berita selanjutnya.
(R)

