MANADO, - || Berdasarkan hasil pemantauan dilapangan, Selasa (16 April 2024), di salah satu SPBU Pertamina yang Berada di Kelurahan Manembo Nembo Tengah, Kecamatan Matuari, Kota Bitung. Terpantau dengan banyaknya keluhan dari Masyarakat tentang kehabisan Bahan Bakar Minyak (BBM) Bersubsidi yang diduga sering di salah-gunakan oleh oknum yang membantu Pengelola SPBU Pertamina setempat.
Berdasarkan Investigasi, ada beberapa temuan dari Wartawan terkait cepatnya hilangnya minyak tersebut. Menurut info dari masyarakat, ada pembeli (konsumen) lain yang datang membawa galon atau jerigen ukuran 35 liter yang lalu di isi dengan harga Rp 300 ribu.
“Ada pula yang membeli dengan harga Rp 200 ribu juga membawa Gelon ke setiap SPBU yang ada di Kota Bitung tersebut,” tutur seorang warga yang tidak mau disebutkan namanya.
Awalnya dia sempat bertanya pada awak media ini, apa ada mengetahui keganjilan yang sedang terjadi di SPBU Pertamina di wilayahnya. Warga itu bertanya, kenapa minyak BBM disini cepat sekali habis. Sehingga masyarakat jadi sulit untuk mendapatkan BBM.
“Kalau pembeli hanya isi motor atau mobil, tentu masih ada sisa buat yang lain. Lalu kemana sisanya?” katanya.
Saat mencoba di konfirmasi, salah satu warga lainnya yang berinisial PS mengatakan kalau dia mengetahui jenis permainan di SPBU Manembo Nembo tersebut. Dikatakannya, ada salah seorang oknum preman yang menjaga SPBU tersebut setiap kali melakukan transaksi Pengisian Minyak.
"Dijaga oleh oknum berinisial I jika ada mobil Bos mereka yang ingin melakukan Tap Minyak. Mereka baru berjaga di lokasi SPBU saat ada transaksi. Tujuannya, agar permainan mereka tidak diganggu atau diketahui oleh petugas.
Atas adanya fenomena tersebut, masyarakat berharap dan meminta pihak yang berwajib agar dapat melakukan penertiban disetiap SPBU yang ada di Kota Bitung. Sehingga Minyak Bersubsidi yang notabene merupakan hak masyarakat kecil, tidak disalahgunakan oleh para oknum oknum tersebut.
Kami berharap, ini bisa ditindaklanjuti oleh yang berwajib. Sehingga semua bisa berjalan dengan baik, dan pengendara sudah tidak perlu lagi marah dan kesal pada kelakuan oknum petugas di SPBU Pertamina yang sering bermain melayani pembelian dengan Galon atau jerigen. Gara gara pengisian seperti itu, seringkali terjadi kasus pembunuhan hanya karena adanya Penyalahgunaan dan Pengantrian BBM yang terlalu lambat. Sehingga, pengisian ke kendaraan lain terhambat. Atas dasar hal tersebut, Masyarakat meminta agar pihak kepolisian tetap mengawasi dan menghubungkan lokasi SPBU dibagian Kota Bitung agar hak warga di SPBU tetap terjaga,” tutupnya.
*(Michael RLM)*


