Hilangkan Belasan Nyawa Kecelakaan Maut Studi Tour SMK Lingga Kencana Jadi Sorotan dan Kecaman Masyarakat



DEPOK, - ||

Kecelakaan maut study tour SMK Lingga Kencana Depok yang telah menjadi petaka bagi keluarga dan juga dunia pendidikan, kini mendapat sorotan tajam dan kecaman dari berbagai lapisan warga masyarakat karena sudah menghilangkan belasan nyawa siswa.


Banyak pihak yang mengecam, bahwa; kegiatan study tour harus dihentikan dari sekolah-sekolah di Indonesia lantaran dianggap berisiko, serta memberatkan orang tua, dan kurang bermanfaat.


Di satu sisi, kegiatan tersebut adalah kegiatan yang diharapkan sebagai refreshing siswa yang setiap harinya disibukkan dengan pelajaran (itu bila siswanya yang sungguh-sungguh bersekolah). Namun demikian, faktanya memang bisa berpotensi pula jadi ajang manfaat menggali keuntungan komersial oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.


Oknum-oknum tersebut biasanya mengambil keuntungan dengan membebankan biaya mahal dalam kegiatan studi tour itu.


Disadur dari metro.tempo.co; Anggota Dewan yang juga Sekretaris Komisi C DPRD Kota Depok Mazhab HM saat dimintai tanggapannya mengatakan, di samping tidak ada jaminan keselamatan, kegiatan studi tour ke luar kota juga membuat wali murid menjerit. 


"Bahkan ada satu sekolah, bila tidak mengikuti kegiatan ini (study tour), tidak akan diwisuda, sampai segitunya," ujar Mazhab.


Bahkan, lanjut Mazhab, ada informasi kalau yang tidak ikut akan didiskriminasi di lingkungan sekolahnya. 


"Kalau urusan bullying itu masih ringan, tapi yang parahnya itu tidak boleh masuk sekolah," katanya. 


Karena itu, dia meminta agar study tour ke luar kota bisa ditinjau ulang, bahkan perlu dihentikan. 


"Kalau pun ada, ambil jarak yang dekat-dekat saja." tandasnya. *(FC-Goest)*

Lebih baru Lebih lama