LAPAK JUALAN YANG DISEDIAKAN OLEH PEMERINTAH PASCA PENGGUSURAN, LAYAK NYA PENYEKAT WARNET


jurnalinvestigasimabes.com Meulaboh-Aceh Barat, senin 12 mei 2024. 


Pasar bina usaha meulaboh adalah suatu tempat aktivitas jual beli yang dilakukan secara rutin oleh para pedagang.


Sebagai salah satu pusat perbelanjaan yang lengkap sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh setiap pembeli, pasar bina usaha juga menjadi tempat masyarakat mencari rezki.


Namun dibalik semua itu pasar bina usaha meulaboh tidak seperti pasar pada umumnya, dimana pasar pada umum nya terarah dan teratur, serta juga bangunannya sesuai dengan apa yang diharapkan oleh setiap pedagang.. sehingga sinkron dengan apa yang mereka jual.


Bangunan yang ada pada pasar bina usaha meulaboh tidak sesuai dengan kebutuhan pedagang.


Konsep bangunan yang dibuat oleh pemerintah bukan menurut ide pedagang tapi menurut pemerintah yang tidak tau akan kebutuhan pedagang.


Sehingga menjadi bangunan yamg tidak layak untuk melakukan proses berdagang, menjadi bngunan yang terbengkalai dan bahkan bisa dikatakan tidak layak huni seperti bangunan dua lantai yang telah dihancurkan.


Dari sekian konsep-konsep pasar yang dicetuskan oleh pemerintah, tidak ada satupun konsep yang bener-benar menjadi kebutuhan para pedagang. Maka bisa dikatakan semua program tersebut gagal dan cuma hanya menghabiskan anggaran saja.


Pasca penggusuran terhadap pedagang yang dilakukan oleh pemerintah daerah, telah membuat masyrakat putus pekerjaan mereka, mengalami kerugian besar bahkan ada yang sudah tidak memiliki modal unyuk bangkit kembali(miskin)


Kita ketahui dari setiap program pemerintah pusat dan juga daerah yaitu menurunkan angka pengangguran, menurunkan angka kemiskinan, menciptakan lapangan pekerjaan serta pengendalian inflasi.


Namun berbeda dengan yang terjadi, dalam penerapan nya pemerintah malah menghancurkan lahan masyarakat mencari nafkah dengan melakukan penggusuran dan menggantikan tempat yang tidak layak untuk dijadikan tempat berdagang.


Karena tempat yang disediakan seperti kamar warnet dimana dinding nya terbuat dari triplet stinggi satu meter. Sehingga bisa dikatakan itu layaknya tempat karja karyawan di perusahaan yang disekat antara karyawan lain nya.


Karna ketidak sesuaian kebutuhan atau ketidak layakan tersebut membuat tidak ada pembeli yang masuk ketempat tersebut, sehingga para pedagang bertambah rugi. Khususnya pedagang buah.


Seperti pedagang yang dikonfirmasi oleh jurnalinvestigasimabes.com


Pada kesempatan itu mereka menjelaskan bahwa selama ini mereka sangat susah dalam mencari nafkah, apalagi setelah tempat jualan digusur oleh pemerintah. Terus juga tempat yang disediakan oleh pemerintah tidak sesuai untuk kami berjualan.. ucap salah satu pedagang.


Harapan mereka kepada pemerintah adalah tolonglah untuk menyediakan tempat yang layak dan jika membuat pogram harus sesuai dengan ide serta kebutuhan pengguna pasar. Tidak asal buat saja seperti yang telah terjadi.


Jurnalinvestigasimabes.com

Tim/

T. EDI

Lebih baru Lebih lama