LAPAK JUALAN YANG DISEDIAKAN OLEH PEMERINTAH PASCA PENGGUSURAN, LAYAK NYA PENYEKAT WARNET






nvestigasimabes.com

Pasar bina usaha meulaboh adalah suatu tempat aktivitas penjualan beli yang dilakukan secara rutin oleh para pedagang.



Sebagai salah satu pusat dunia dunia yang lengkap sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh setiap pembeli, pasar bina usaha juga menjadi tempat masyarakat mencari rezki.



Namun dibalik semua itu pasar bina usaha meulaboh tidak seperti pasar pada umumnya, dimana pasar pada umum nya terarah dan teratur, serta juga bangunannya sesuai dengan apa yang diharapkan oleh setiap pedagang.. sehingga tenggelam dengan apa yang mereka jual.




Bangunan yang ada di pasar bina usaha meulaboh tidak sesuai dengan kebutuhan pedagang.

Konsep bangunan yang dibuat oleh pemerintah bukan menurut ide pedagang tapi menurut pemerintah yang tidak tau akan kebutuhan pedagang.



Sehingga menjadi bangunan yamg tidak layak untuk melakukan proses perdagangan, menjadi bngunan yang terbengkalai dan bahkan bisa dikatakan tidak layak huni seperti bangunan dua lantai yang telah dihancurkan.



Dari sekian konsep-konsep pasar yang dicetuskan oleh pemerintah, tidak ada satupun konsep yang benar-benar menjadi kebutuhan para pedagang. Maka bisa dikatakan semua program tersebut gagal dan hanya hanya menghabiskan anggaran saja.



Pasca penggusuran terhadap pedagang yang dilakukan oleh pemerintah daerah, telah membuat masyrakat putus pekerjaan mereka, mengalami kerugian besar bahkan ada yang sudah tidak memiliki modal unyuk bangkit kembali(miskin)



Kita tahu dari setiap program pemerintah pusat dan juga daerah yaitu menurunkan angka kemiskinan, menurunkan angka kemiskinan, menciptakan lapangan pekerjaan serta mengendalikan inflasi.



Namun berbeda dengan yang terjadi, dalam penerapannya pemerintah malah menghancurkan lahan masyarakat mencari nafkah dengan melakukan penggusuran dan menggantikan tempat yang tidak layak untuk dijadikan tempat berdagang.



Karena tempat yang disediakan seperti kamar warnet dimana dindingnya terbuat dari triplet stinggi satu meter. Sehingga bisa dikatakan itu layaknya tempat karja karyawan di perusahaan yang disekat antara karyawan lain nya.



Karna ketidaksesuaian kebutuhan atau ketidak layakan tersebut membuat tidak ada pembeli yang masuk ke tempat tersebut, sehingga keuntungan para pedagang bertambah. Khususnya pedagang buah.


Seperti pedagang yang dikonfirmasi oleh jurnalinvestigasimabes.com

Pada kesempatan itu mereka menjelaskan bahwa selama ini mereka sangat susah dalam mencari nafkah, apalagi setelah tempat jualan digusur oleh pemerintah. Terus juga tempat yang disediakan oleh pemerintah tidak sesuai untuk kami berjualan.. ucap salah satu pedagang.


Harapan mereka kepada pemerintah adalah tolonglah untuk menyediakan tempat yang layak dan jika membuat pogram harus sesuai dengan ide serta kebutuhan pengguna pasar. Tidak asal buat saja seperti yang telah terjadi.


Jurnalinvestigasimabes.com

Tim/

T.EDI

Lebih baru Lebih lama