KEAROGANSIAN SATPOL PP MENCIPTAKAN KERIBUTAN DIPASAR BINA USAHA Jurnalinvestigasimabes.com || Meulaboh - Aceh Barat, Jum'at 28 Juni 2024. Sejumlah satuan polisi pamong praja melakukan tugas nya dalam hal penertiban terhadap pedagang dipasar bina usaha tepatnya di sepanjang jalan Daud dariah. Penertiban tersebut sempat memicu keributan kecil antara pedagang dan masyarakat setempat dengan satuan polisi pamong praja, dikarenakan sikap arogansi dari petugas satuan polisi pamong paraja. Pemerintah daerah(sekda) saat rapat dengan para pedagang mengatakan penyebab kemacetan dijalan Daud dariah tersebut karna para pedagang. Hasil pantauan jurnalinvestigasimabes.com bahwa semua yang disampaikan oleh pemerintah daerah(sekda) pada saat itu semua tidak sesuai fakta yang terjadi dilapangan. Yang sebenarnya penyebab kemacetan dijalan tersebut adalah karna adanya aktivitas bongkar barang(Mobar) yang membuat tertutupnya sebagian jalan. Menurut masyarakat pemerintah Aceh barat bukan menjalankan pogram untuk menciptakan lapangan pekerjaan, pemerintah aceh barat saat ini cuma hanya menghancurkan lapangan pekerjaan yang telah ada. Penghancuran tanpa menyediakan tempat yang layak bagi pedagang. Salah seorang pedagang menyampaikan kekecewaannya kepada pemerintah melalui jurnalinvestigasimabes.com BAPAK PEMERINTAH ACEH BARAT SAAT INI, INGAT BAHWA ANDA JUGA DARI MASYARAKAT.. JANGAN BERSIKAP TANPA MEMIKIRKAN NASIP SERTA PENDERITAAN RAKYAT SAAT MENCARI NAFKAH..tutupnya. Jurnalinvestigasimabes.com Tim/Edy.









Jurnalinvestigasimabes.com || Meulaboh - Aceh Barat, Jum'at 28 Juni 2024. 

Sejumlah satuan polisi pamong praja melakukan tugasnya dalam hal penertiban terhadap pedagang dipasar bina usaha tepatnya di sepanjang jalan Daud dariah.


Penertiban tersebut sempat memicu terjalinnya hubungan kecil antara pedagang dan masyarakat setempat dengan satuan polisi pamong praja, dikarenakan sikap arogansi dari satuan polisi pamong praja.



Pemerintah daerah (sekda) saat rapat dengan para pedagang mengatakan penyebab kemacetan di jalan Daud dariah tersebut karna para pedagang. 


Hasil pantauan jurnalinvestigasimabes.com bahwa semua yang disampaikan oleh pemerintah daerah (sekda) pada saat itu semuanya tidak sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan. Yang sebenarnya menyebabkan kemacetan di jalan tersebut adalah karena adanya aktivitas bongkar barang (mobil) yang membuat tertutupnya sebagian jalan.



Menurut masyarakat pemerintah Aceh barat tidak menjalankan program untuk menciptakan lapangan pekerjaan, pemerintah Aceh Barat saat ini cuma menghancurkan lapangan pekerjaan yang sudah ada.


Penghancuran tanpa menyediakan tempat yang layak bagi pedagang.



Salah seorang pedagang menyampaikan kekecewaannya kepada pemerintah melalui jurnalinvestigasimabes.com

BAPAK PEMERINTAH ACEH BARAT SAAT INI, INGAT BAHWA ANDA JUGA DARI MASYARAKAT.. JANGAN BERSIKAP TANPA MEMIKIRKAN NASIP SERTA PENDERITAAN RAKYAT SAAT MENCARI NAFKAH..tutupnya.


Jurnalinvestigasimabes.com

Tim/Edy.

Lebih baru Lebih lama