Muara Enim-||
Media Jurnal investigasi Mabes. Com Rabu 22.08.2024 . Setelah terbentuknya Tim satuan tugas (Satgas) ilegal drilling,dan ilegal Refinery pada 24 juli 2024 lalu,yang ditanda tangani langsung oleh pemerintah provinsi sumatra selatan dalam hal ini PJ Gubernur Elen Setiadi bersama Kapolda sumatra selatan Irjen Pol. Albertus Tachmad Wibowo SH.MIK. dengan melibatkan dari Instansi Pemerintah,Polri,TNI,Kejaksaan ,SKK Migas,dan Pertamina.
Dengan terbentuknya Tim satgas ini,rupanya bukan membuat takut para mafia BBM ilegal ,tapi malahan membuat gudang tempat penampungan Bahan Bakar Minyak (BBM) ilegal yang tak memiliki izin resmi ini lebih lelusa melakukan aktivitasnya.
Seperti halnya ,berdasarkan pantauan dan temuan tim investigasi awak media dilapangan,kamis 15/8/2024 yang berlokasi dipinggir jalan lintas tepatnya dibelakang bangun sebuah kontrakan di gelumbang kecamatan gelumbang kabupaten muara enim propinsi Sumatra selatan masih tetap beroprasi dengan jadwal siang hari tutup, Malam hari beroprasi.
Saat tim media ini mengecek kelokasi tersebut pada malam hari, ternyata benar gudang tersebut masih beraktifitas. Padahal Kapolda Sumsel Irjen Pol A. Rachmad Wibowo telah memberikan instruksi tegas kepada jajarannya untuk menindak seluruh praktik Illegal apapun di wilayah hukum Polda Sumsel.
Berdasarkan Informasi yang dihimpun tim bahwa leluasanya para mafia BBM ilegal ini beroprasi dikarenakan anggota satgas yang dibentuk merupakan lingkaran para mafia,sehingga informasi giat yang akan digelar oleh satgas selalu bocor.
Menurut keterangan narasumber yang tidak mau di sebutkan nama nya yg tinggal di sekitar lokasi tersebut.iya mengatakan bahwa kalau Lokasi gudang BBM ilegal yang berdapingan dengan bedeng.berdinding beton berseberangan dengan PT tania tersebut diduga milik (BY)Anggota TNI yang bertugas di Yonkap karang endah.
Gudang BBM didesa Talang Taling sering Menggunakan Nama Aparat kepolisian
Diduga Tak Takut Hukum Paska dibongkar oknum Dirikan Gudang Baru
Gudang Penampungan BBM ilegaL di Gelumbang diduga milk Aparat Masih tetap Beroperasi.
"gudang BBM berdapingan dengan bedeng.berdinding beton berseberangan dengan PT tania kalau siang hari gudang kelihatan sepi seakan-akan tidak ada aktivitas sama sekali.namun pada malam hari terlihat jelas mobil tengki dan satu unit truk sedang menyedot minyak mengunakan mesin tampak puluhan orang yang kerja bergegas dengan cepat mulai sekira pukul.12.30 WIB. Sampai menjelang subuh sekitar pukul 05.00 wib .Dengan cara overtab. Ujar nara sumber
"Yang menjadi pertanyaan bagi kami kenapa ditempat lain tutup dan dibongkar aparat, tapi gudang di darera Gelumbang ini masih tetap berbas buka, dan selalu mobil pengakut BBM keluar masuk dari gudang, apakah pemiliknya betul betul kebal hukum hingga masih tetap beroperasi,”
" pemilik gudang itu adalah (Boy) yang telah lama melakukan bisnis tersebut. Pak dirahasiakan nama saya, karna kalau sampai tahu pemilik gudang kami yang memberikan Informasi, kami pasti terancam,” katanya yang minta namanya dirahasiakan.
''Kami tidak tahu persis aktifitas apa yang ada didalam gudang itu, yang pasti mobil tengki biru putih setiap malam terparkir disitu ,dan dua unit mobil Truk bertutup terpal yang kami duga bermuatan BBM dari olahan masyarakat muba keluar masuk dari area gudang" pungkasnya.
Sampai berita ini diterbitkan tim awak media belum mendapat tanggapan dari pihak pengelola gudang ataupun dari aparat setempat dalam hal ini Kapolsek gelumbang,atau Kapolres Muaraenim terkait aktivitas yang melanggar hukum tersebut,sehingga tim awak media dalam waktu dekat sebelum informasi ini masuk ke aplikasi DUMAS akan berkoordinasi dengan Dirkrimsus polda sumatra selatan.
Sebagai informasi yang kami himpun bahwa segala macam praktik. Penyelewengan salah satu nya penyimpanan BBM bersubsidi.tampa memiliki izin khusus sesuai dengan undang undang migas. Bahwa setiap orang yang melakukan penyimpanan BBM secar ilegal akan dikenakan sangsi pidana sesuai dengan Pasal dan UU yang berlaku.. ( tim )



