Lagi Para Mafia BBM Ilegal Kian Merajalele di Kota Bitung





BITUNG, SULUT - ||

Terpantau oleh awak media, kegiatan yang tengah dilakukan oleh Mafia BBM ilegal. Namun mereka coba menghalangi tugas jurnalis, saat awak media akan ambil gambar dilokasi tersebut.


Berdasarkan pantauan, pada hari Minggu 19/8-2024) malam sekitar Pk.01.30 WITA, awak media melihat ada kegiatan yang diduga kelompok Mafia BBM Ilegal di Kelurahan Sagerat Weru 1, Kecamatan Matuari, Kota Bitung. 


Diduga gudang tersebut tidak memiliki ijin dari Dinas Permukiman Kota Bitung terkait keberadaan bangunan yang dijadikan Gudang BBM itu.


Menurut informasi, BBM tersebut di angkut langsung dengan mobil truk tengki dan dimasukkan kedalam gudang yang berlokasi diwilayah Kelurahan Sagerat Weru Satu. Disinyalir hampir setiap malam, operasi mereka berjalan dan tidak diketahui Aparat Penegak Hukum (APH).


Setelah terpantau adanya kegiatan para gerombolan mafia BBM yang sering bermain minyak di Gudang Sagerat tersebut, tentunya merupakan tantangan bagi APH untuk menindaklanjuti laporan pers terkait adanya penyalahgunaan BBM bersubsidi. 


Untuk itu, awak media mendesak kepada pihak terkait (APH -Red) khususnya dari Migas Pertamina agar turun untuk Cek Lokasi. Sementara kepada pihak Polda Sulut diharapkan dapat melakukan tindakan tegas atas kasus tersebut.


Salah satu warga terdekat yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, bahwa; mereka merasa resah dan takut karena dikelilingi bahan bakar. Mereka sangat khawatir, jika sampai terjadi kebakaran dilingkungan tempat tinggal mereka. 


"Kami khawatir, jika sampai terjadi kebakaran dilingkungan tempat tinggal kami ini," ujar orang tua itu.

 

Untuk itu, berdasarkan keluhan warga, awak media meminta adanya ketegasan dari pihak Kepolisan Polda Sulut, Polres Bitung, agar segera membongkar sindikat Mafia BBM tersebut. Karena sudah sangat meresahkan, disamping juga sudah menyalagunakan BBM Bersubsidi.


"Publik juga meminta kepada pihak Polda Sulut harus netral dalam menangani kasus ini. Jika kasus ini tidak segera ditindaklanjuti, Kami bersama-sama akan membawa kasus ini ke Propam Mabes Polri!" pungkas orang tua itu. (MRLM)

Lebih baru Lebih lama