Tumpahan Limbah batu bara di pantai Peunaga pasi kembali terulang jelang PON XXI, warga dibayar Rp25 ribu/karung*




Aceh Barat-||

 Puluhan masyarakat di Desa Peunaga Pasi, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat sejak tiga hari belakangan ini mengumpulkan bongkahan tumpahan Limbah batu bara yang memenuhi pesisir pantai setempat.


“Pembersihan Limbah batu bara yang tumpah ini kabarnya dibayar oleh perusahaan tambang batu bara,” kata Camat Meureubo, Kabupaten Aceh Barat, Maimun yang dikonfirmasi jurnal investigasi Mabes, Senin sore.



Menurutnya, pembersihan Limbah batu bara yang tumpah di pesisir pantai setempat, memang dilakukan oleh masyarakat, yang dikumpulkan melalui karung.


Namun, Maimun mengakui pihak kecamatan belum menerima informasi resmi dari masing-masing kepala desa (keuchik) terhadap peristiwa tumpahan  Limbah batu bara tersebut.


Warga mengumpulkan material tumpahan Limbah batu bara yang memenuhi bibir pantai di kawasan Desa Peunaga Pasi, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat, yang berdekatan dengan pelabuhan sebuah perusahaan tambang batu bara di daerah ini, Senin (26/8/2024). (Jurnal investigasi mabes/Teuku Ade)



Sebelumnya, iyan (24) warga Desa Peunaga Pasi, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat kepada Jurnal investigasi mabes, Senin sore mengatakan dirinya telah berhasil mengumpulkan sebanyak 60 karung batu bara, yang telah dipungut di pesisir pantai setempat.


“Sejak tiga hari ini, saya sudah berhasil mengumpulkan batu bara 60 karung, kalau hari ini belum tahu berapa karung yang saya kumpulkan,” katanya.


iyan mengakui dalam satu karung yang ia kumpulkan bersama masyarakat, nantinya akan dibayar oleh perusahaan tambang batu bara sebesar Rp25 ribu per karung.


Ia mengakui, persoalan tumpahan limbah batu bara yang selama ini memenuhi pesisir pantai di desa mereka sudah sering terjadi, dan masyarakat kerap dilibatkan sebagai pengumpul limbah batu bara yang tumpah, guna selanjutnya dibayar pihak perusahaan tambang batu bara.


Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Aceh Barat, Bukhari yang berupaya dikonfirmasi Jurnal investigasi Mabes sejak Ahad hingga Senin sore, belum berhasil dimintai keterangan terkait peristiwa tumpahan berulang batu bara di pesisir pantai Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat.


Upaya yang dilakukan untuk menghubungi melalui saluran telepon miliknya juga gagal karena bernada tidak aktif, dan ketika dihubungi melalui Whatsapp juga dalam keadaan sibuk.

Aceh Barat- Puluhan masyarakat di Desa Peunaga Pasi dan Peunaga Rayeuk, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat sejak tiga hari belakangan ini mengumpulkan bongkahan tumpahan batu bara yang memenuhi pesisir pantai setempat.


“Pembersihan limbah batu bara yang tumpah ini kabarnya dibayar oleh perusahaan tambang batu bara,” kata Camat Meureubo, Kabupaten Aceh Barat, Maimun yang dikonfirmasi Jurnal investigasi Mabes, Senin sore.


Menurutnya, pembersihan Limbah batu bara yang tumpah di pesisir pantai setempat, memang dilakukan oleh masyarakat, yang dikumpulkan melalui karung.


Namun, Maimun mengakui pihak kecamatan belum menerima informasi resmi dari masing-masing kepala desa (keuchik) terhadap peristiwa tumpahan Limbah batu bara tersebut.


Warga mengumpulkan material tumpahan limbah batu bara yang memenuhi bibir pantai di kawasan Desa Peunaga Pasi, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat, yang berdekatan dengan pelabuhan sebuah perusahaan tambang batu bara di daerah ini, Senin (26/8/2024). (Jurnal investigasi Mabes/T.R. Ade)



Sebelumnya, iyan (24) warga Desa Peunaga Pasi, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat kepada Jurnal investigasi Mabes, Senin sore mengatakan dirinya telah berhasil mengumpulkan sebanyak 60 karung batu bara, yang telah dipungut di pesisir pantai setempat.


“Sejak tiga hari ini, saya sudah berhasil mengumpulkan limbah batu bara 60 karung, kalau hari ini belum tahu berapa karung yang saya kumpulkan,” katanya.


iyan mengakui dalam satu karung yang ia kumpulkan bersama masyarakat, nantinya akan dibayar oleh perusahaan tambang batu bara sebesar Rp25 ribu per karung.


Ia mengakui, persoalan tumpahan limbah batu bara yang selama ini memenuhi pesisir pantai di desa mereka sudah sering terjadi, dan masyarakat kerap dilibatkan sebagai pengumpul limbah batu bara yang tumpah, guna selanjutnya dibayar pihak perusahaan tambang batu bara.


Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Aceh Barat, Bukhari yang berupaya dikonfirmasi *Jurnal* *investigasi mabes* sejak Ahad hingga Senin sore, belum berhasil dimintai keterangan terkait peristiwa tumpahan berulang limbah batu bara di pesisir pantai Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat.


Upaya yang dilakukan untuk menghubungi melalui saluran telepon miliknya juga gagal karena bernada tidak aktif, dan ketika dihubungi melalui Whatsapp juga dalam keadaan sibuk.

Lebih baru Lebih lama