Bekasi-JurnalinvestigasiMabes.com
Seorang istri wartawan, Nurlinah(47), warga kampung Tenjolaut,, Desa Sukamantri , Kecamatan Tambelang,Kabupaten Bekasi, dikeroyok tetangganya sendiri hanya gara-gara menyiram tanaman kena jemuran tetangga ,yang akhirnya ribut-ribut dan menggedor-gedor pintu rumah pada Minggu (27/10/2024) sore sekira pukul 05.40 WIB.
Kejadian pengeroyokan dan kemarahan tersebut berawal dari Hal spele ,jemuran kena semprot air , ketika Nurlinah menyiram tanaman nya .kedatangan 2 anak 1 orang tua keluarga Ati ( 45)menggedor-gedor pintu rumah sambil memaki-maki agar dibukakan pintu.
Kemudian Nulinah hendak menegur Ati dan kedua anak nya tersebut ,dan menyarankan agar mengucapkan salam ketika mengetuk pintu.
Namun tidak disangka, anak dan orang tua nya itu, malah memaki-maki dengan ucapan yang sangat menyakitkan .
Tidak terima jemuran basah , Ati (45) bersama anaknya mendatangi Nulinah (47) yang sedang makan di rumahnya. Ibu dan anak itu kemudian memaki-maki Nurlinah.
Akibat amarah dan makian tersebut, Nurlinah mau menuntut cacian dan ucapannya,
"Saya belum sempat bertanya, Ati dan anaknya kembali menyerang istri saya. Lalu saya mencoba untuk menghentikan pertengkaran tersebut .saya juga malah kena amarah sama seperti di marahin istri saya." ucap suaminya . ketika ditemui beberapa rekan-rekannya sesama wartawan, di kediamannya, Senin (28/10) siang
awalnya dia enggan melaporkan kasus pengeroyokan amarah dan cacian istrinya ke pihak kepolisian. Namun karena tidak ada itikad baik dari pelaku, akhirnya kasus tersebut dilaporkan ke Polsek Tambelang.
"Saya apresiasi pihak Polsek Tambelang yang telah menangani kasus ini. Namun saya berharap agar pelaku segera ditahan karena sikap pelaku dan keluarganya yang anggap remeh. Padahal kita sering berpapasan tapi mereka cuek, " ungkap suaminya
(Red

