Dugaan Kekerasan dan Rekayasa Data Guncang Puskesmas Peulimbang, Bireuen



Bireuen - ||

Jurnal Investigasi Mabes. Kabupaten Bireuen, Aceh, kembali dihebohkan dengan kasus dugaan kekerasan dan rekayasa data di Puskesmas Peulimbang Kabupaten BIREUEN. Fina Yulisa, Kepala Tata Usaha (KTU) Puskesmas Peulimbang dilaporkan menyerang seorang pegawai yang menanyakan absensi, rekap absensi, dan SK Tugas.  Kepala Puskesmas (Kapus), Fauzi,  bukannya melerai, malah memperkeruh situasi.  Setelah insiden tersebut, Fina Yulisa melaporkan diri sebagai korban pemukulan dan mendapatkan visum di UGD atas bantuan Kapus.  Namun, motif visum dan identitas pelaku pemukulan masih menjadi misteri.

 

Dugaan keterlibatan Kapus dan KTU dalam tindakan terencana semakin menguat.  Beberapa staf Puskesmas mengungkapkan bahwa keduanya sering bersikap defensif dan mudah marah saat ditanya tentang pekerjaan.  Kejanggalan lain terlihat pada perbedaan jam pulang kerja pegawai dan staf honorer (pukul empat sore) dengan kepergian Kapus yang menghilang sejak pukul dua belas siang.  Rekap kehadiran menunjukkan Kapus hadir penuh, namun ia menjawab, "Aturan suka-suka saya," ketika ditanya soal disiplin di Puskesmas.  Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) menambahkan bahwa Kapus Fauzi telah tiga kali diperingatkan atas sikapnya yang tidak patuh dan kasus ini telah diserahkan ke BKPSDM.  Penyelidikan lebih lanjut masih terus dilakukan untuk mengungkap kebenaran di balik kasus ini.

(Alras)

Lebih baru Lebih lama