Oleh: Id@ NKusduasnti
(Sekjend FTA)
Dinamika politik menjelang 100 Hari Kerja Presiden Prabowo, belum ada Gebrakan, terkait Hal hal yang fundamental yaitu tentang; _Mengembalikan Hak Hak Rakyat_ sebagaimana yang dijanjikannya.
Polemik PSN PIK 2, semestinya Presiden Prabowo mengambil langkah konkrit, cepat dan sigap dengan segala otoritas yang dimilikinya, agar publik merasa terobati, khususnya rakyat Banten yang menjadi korban kebijakan Jokowi dan jelas jelas berdampak pada arogansi oligarki yang bulan ini menjadi trending topik dalam setiap pembahasan tentang sepak terjang Aguan si Oligarki penerima Cek PSN PIK 2 yang digunakan untuk menggusur pribumi dan pemagaran Laut yang jelas jelas melanggar hukum dan bisa dipidanakan atas tindakan yang dilakukan Aguan lewat kaki tangannya.
Jokowi terus menerus berusaha merebut panggung Prabowo selaku presiden, seperti yang terjadi di Jawa Tengah beberapa hari lalu. Dengan pengawalan ketat dan melibatkan ribuan aparat dalam menyambut Jokowi yang sebenarnya sudah bukan siapa-siapa lagi.
Kebaikan presiden Prabowo, terus di manfaatkan oleh orang orang terdekatnya yang sebenarnya mereka sedang mengumpulkan amunisi untuk 2029. Prabowo sedang membesarkan anak macan yang siap menerkamnya pada 2029, tidak lain Gibran anak Jokowi yang digadang gadang para oligarki agar bisa menghabisi pribumi sebagai tujuan mereka untuk menguasai Indonesia secara total.
Jangan heran, jika peliputan aktifitas Gibran selalu di blow-up oleh media. Karena memang itu bagian dari strategi oligarki, untuk semampu mungkin bisa mengimbangi berita presiden Prabowo.
Prabowo mestinya ingat dan diberi stabilo tebal kata kata DR Conny, perihal perilaku Jokowi seorang pengkhianat.
"Bu Megawati saja di khianati apalagi pak Prabowo?!" ungkap Conny.
*Sahabat Ida fillah & lillah*✒️
Kerja Kabinet Merah Putih, yang saat ini menjadi sorotan menjelang 100 hari, menjadi raport bayangan. Apakah ada tanda tanda keberpihakan pada rakyat, atau pada Oligarki yang notabene Jokowi dan sang putra menjadi perpanjangan tangan untuk memuluskan agenda penguasaan negeri ini.
Tentunya di 100 hari nanti, akan banyak pihak yang membagikan raport sementara, sebelum raport real di satu semester masa kerjanya.
Rakyat harus jeli dengan semua yang dikerjakan oleh pemerintahan Prabowo, satu semester adalah final penilaian, dan kita yakin suhu politik akan panas kembali jika di semester pertama Presiden Prabowo masih dalam pengaruh Jokowi.
Aneka masalah sedang terjadi, aneka penyelesaian pun tentunya disiapkan, akan menjadi polemik ketika kepercayaan rakyat semakin mengecil terhadap Prabowo.
Salah satu fakta yang sekarang sedang terjadi, adalah; 'terbongkarnya perangkat desa bernama Tasrin yang mengaku sebagai nelayan dan mengakui telah membangun pagar laut secara swadaya' adalah bentuk dari kelicikan Aguan yang ingin Cuci Muka atas kotoran yang sudah memenuhi wajahnya dan terbongkarnya keserakahan serta kebiadabannya terhadap Republik ini.
Untuk Presiden Prabowo tidak ada alasan lain, kecuali mengeluarkan Kepres Pencabutan PSN PIK 2 yang dipastikan akan memicu konflik sosial yang meluas. Jangan sampai terjadi, gara-gara ulah Aguan cs nantinya etnis Tionghoa terkena dampaknya ketika masyarakat marah dan bersatu menyelamatkan NKRI dengan slogan _Lebih baik kehilangan satu etnis daripada kehilangan NKRI_ (®)
*Tetesan Tinta Ida 170125*✍️

