"CATATAN KECIL DI WARUNG KOPI "
Oleh : andi Maulana
Setelah berpikir lama setelah perjumpaan dengan berbagai pejabat pemerintah, lantas berjumpa dengan sebuah partai baru bernama *PADI* .
Muncul sebuah pertanyaan besar dalam pikiran saya kenapa Kita harus BERPOLITIK ?
SELAMA puluhan tahun berkecimpung di dunia bisnis *Investasi & Properti* saya merasakan bahwa ternyata masih banyak saudara-saudara kita yang masih alergi berpolitik, atau alergi berpartai di desa maupun di kota.
Nah, di sini saya ingin berbagi untuk menjelaskan, seperti yang juga saya diskusikan saat ngobrol santai maupun serius dengan banyak orang.
Sejauh ini, mungkin masih banyak orang mengira berpartai atau bepolitik itu hanya sekedar urusan memilih presiden, gubernur, Bupati atau memilih anggota DPRD.
Oke, jika persepsinya demikian, lalu kira-kira penentuan kenaikan listrik, kenaikan BBM , penentuan besaran Ongkos Naik Haji, penentuan Upah buruh , itu apakah tidak melalui proses politik?
Baru saja, kita mengalami kenaikan Tarif *ppn 12%* . Jauh sebelum itu, juga terjadi kenaikan harga komoditi dan lain senagainya. Banyak diantara kita yang mengeluh karena kebijakan tersebut. Nah, apakah kita tidak juga mengetahui bahwa kebijakan tersebut berawal dari proses politik?
Saat saya bincang bincang dengan beberapa para petani.
Saya katakan bahwa urusan harga cabai , gotong royong jika bencana, atau bahkan belajar ngaji itu bukan urusan politik dan partai? Lebih dari itu, urusan sekolah anak-anak masuk nggak dalam urusan politik?
Sehingga, mari kita sadarkan saudara-saudara kita yang masih terjebak terhadap pemikiran bahwa politik itu kotor,dan politik hanya sekedar urusan pilih Presiden, Gubernur, Bupati atau anggota DPRD.
Ternyata, politik itu menentukan masa depan hidup kita, dekat dengan kita. Urusan pendidikan anak kita, urusan kebutuhan pokok hingga urusan kerumah tanggaan kita sehari-hari ternyata tak bisa dipisahkan dari proses politik.
Proses Pemilu memang baru kemaren 2024 di rayakan, dan pada tahun 2029 akan dilakulan pesta demokrasi kembali. mari kita merenung, masihkah kita tak mau berpolitik? Tak mau berpartai?
Dalam hitungan bulan bapak S. Ramadhan Djamil sebagai ketua umum bersama tim Dewn Pengurus Pusat (DPP) Partai Amanat Demokrasi Indonesia/PADI, telah mampu mengumpulkan persyaratan kepengurusan di Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, NTT, NTB, Maluku, Papua, Bali dan lain sebagainya.
Bisa di bayangkan jika 34 provinsi sudah terpenuhi. Kemudian untuk 75 persen kabupaten/kota telah mencapai 93 persen. Atau 483 dari 514 kabupaten/kota sudah ada. Sedangkan untuk 50 persen kecamatan dapat terpenuhi, maka PADI akan menjadi sebuah kekuatan baru perpolitikan di Indonesia dengan kader ladernya yang tersebar di seluruh pelosok desa hingga kota.
Saya tidak bisa membayangkan apa jadinya ketika kita semua sadar akan menyongsong masa depan tanpa harapan (ekspektasi) yg diharapkan. Ekspektasi berfungsi sebagai aspirasi ideal yg harus ada saat kita berada pada masa depan itu. Dalam konteks luas, ekspektasi adalah unsur iman yg kita wajib percaya untuk diperjuangkan dan terwujud pada saatnya.
Analoginya seperti kita bicara Sorga loka, saat ini belum di sana melainkan nanti setelah periode berikutnya, tetapi kita yakini dan kita perjuangkan saat ini.
Saya kira sudah saatnya kaum millenial, anak anak muda penerus bangsa sudah bisa dilibatkan langsung terhadap proses demokrasi .
Bersama Partai Amanat Demokrasi Indonesia *(PADI)* sebagai partai perintis saya yakin dan percaya partai ini akan menjalankan dan melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 secara utuh dan menyeluruh untuk kepentingan rakyat dan negara kesatuan republik indonesia.
Saatnya Pemuda Pemudi Indonesia berpolitik.
Saatnya bergabung dengan partai amanat demokrasi indonesia / PADI.
Hayyoo
Melek politik
Siapkan diri menuju bersama PADI menuju Indonesia Emas !
PADI Tumbuh bersama
PADI Maju bersama
PADI Solusi buat Indonesia.
Semoga bermanfaat.
Salam.
Andi Maulana
Waketum DPP PADI
Dok.poto
Bersama Bapak Letjen TNI AD Eko M (Gubernur Lemhanas).
Red--TR32

