Pojok Editorial






*HASAN NASBI yang NISBI*


Oleh: Goesti Tanjung (Wapemred Jurnal Investigasi Mabes) Inisiator Forum Wartawan Investigasi Nusantara (For-WIN)


Menanggapi 'teror kepala babi' di kantor Tempo, Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Hasan Nasbi justeru menganggap kebebasan pers di Indonesia "bagus" dan menyebut kalau pemerintah tidak pernah mengintervensi jurnalis.


Hal tersebut disampaikan Hasan, saat ditanyai wartawan soal 'teror paket kepala babi' di kantor Tempo beberapa waktu lalu.


Juru bicara (Jubir) Presiden RI Prabowo Subianto itu beranggapan, bahwa; kebebasan Pers terjaga. Karena jurnalis masih bisa bekerja dengan leluasa, khususnya di lingkungan Istana Kepresidenan.


"Ada yang distop buat bikin berita dan wawancara? Enggak ada. Itu artinya kebebasan pers kita bagus. Ada yang takut enggak sekarang bikin berita? Ada yang dihalang-halangi enggak untuk liputan di Istana? Kan enggak. Itu artinya enggak ada kebebasan pers yang dikekang," tandas Hasan usai sidang kabinet paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat. 


Perlu untuk dicatat, komentar Hasan juga menyebut, kepala babi itu "dimasak aja". Sehingga akhirnya, sempat menimbulkan berbagai spekulasi dan interpretasi publik. 


"Sungguh miris. Namanya dia saja yang berbau Islami, tapi seleranya mengarahkan kalau doi terkesan penyuka daging pig," komentar nitizen, di Tiktok.(®)

Lebih baru Lebih lama