Kasus Dugaan Oknum Guru Cabul di SMPN 3 Depok Jadi Alarm Keras Krisis Moral Pendidik








DEPOK, - ||

Kasus dugaan pencabulan di SMPN 3 Depok yang dilakukan seorang guru inisial IW, merupakan fenomena sosial yang sangat memprihatinkan dan telah mencoreng dunia pendidikan bahkan telah menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat. 


Keterlibatan seorang oknum guru dalam kasus seperti ini, dapat merusak citra lembaga pendidikan dan menimbulkan ketidakpercayaan terhadap sistem pendidikan dan tentunya merupakan alarm keras dari krisis moral pendidik.


Kepala SMPN 3 Depok, Ety Kuswandarini, sebagaimana dikutip dari laman pemberitaan yang beredar hari ini, membenarkan adanya kejadian prilaku asusila yang terjadi di lingkungan SMPN 3 Depok. Namun ironisnya, keterangan sang Kepsek justeru terkesan ingin menepis sisi negatif yang sudah terjadi. Menurut sosok Ibu yang menjabat Kepsek itu, yang dia ketahui, perlakuan asusila tersebut dilakukan secara verbal oleh Oknum guru inisial IW itu.


Bahkan perempuan yang menjabat Kepsek itu juga menjelaskan, kalau IW sang oknum cabul itu dipancing oleh V dengan merekam pembicaraan mereka. Memang sungguh ironis, keterangan Kepsek SMPN 3 Depok itu justeru menuai sindiran pedas dan malah dinilai condong membela IW sang oknum guru cabul. Sehingga terkesan seperti ingin menutupi, telah terjadinya penodaan citra dunia pendidikan di sekolah tersebut.


”Tidak, tidak melakukan tindakan itu, hanya tindakan verbal. Itupun karena dipancing oleh si anak. karena terpancing oleh anak bapak IW terbawa,” jelasnya.


Berdasarkan info yang beredar hari ini, Dinas Pendidikan Kota Depok mengaku telah ambil langkah tegas, dengan menonaktifkan sang oknum yang diduga terlibat dalam kasus pelecehan seksual terhadap siswinya. Keputusan tersebut diambil, setelah muncul laporan dan informasi yang beredar di masyarakat.


Selain itu, tentunya Dinas Pendidikan perlu juga melakukan evaluasi terhadap kebijakan sekolah untuk mencegah terjadinya kasus serupa di masa depan.


Lebih dari itu, Dinas Pendidikan perlu pula melakukan evaluasi untuk meningkatkan pengawasan agar kedepannya bisa memastikan bahwa sekolah-sekolah dapat mematuhi kebijakan dan prosedur yang berlaku dalam menjalankan tugas sebagai pendidik. 


Dinas Pendidikan juga perlu memberikan perlindungan serta dukungan bagi korban pelecehan seksual, demi memastikan bahwa mereka mendapatkan bantuan yang memadai.


Hingga berita ini ditayangkan, Kadisdik Kota Depok masih belum memberikan respon dan tanggapan terkait konfirmasi yang diajukan awak media ini via chatting WA. (FC-Goest)

Lebih baru Lebih lama