Ditemukan Dua Lokasi Penyimpanan BBM Ilegal di Dekat Desa Tanjung Baru, Ogan Ilir

 





Sumsel Investigasi | Selasa, 15 Juli 2025 – Indralaya, Sumatera Selatan

Aktivitas ilegal yang melibatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar kembali mencuat di wilayah hukum Polres Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Tim investigasi berhasil mengungkap keberadaan dua lokasi gudang penyimpanan BBM ilegal yang diduga kuat telah beroperasi secara sembunyi-sembunyi namun terorganisir.

Dua lokasi tersebut terletak tidak jauh dari Desa Tanjung Baru, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir. Keberadaan gudang BBM ilegal ini sangat mencurigakan karena dibangun secara semi permanen, dikelilingi pagar seng yang relatif baru. Dari pantauan langsung di lokasi pada Selasa, 15 Juli 2025 pukul 10.19 WIB, terlihat jelas beberapa tangki besar berisi minyak solar tertata di dalam area gudang, disertai dengan pompa air yang digunakan untuk mengalirkan bahan bakar ke mobil tangki dan wadah tedmon.

Di lokasi tersebut juga terlihat dua unit mobil tangki berwarna biru-putih yang diduga sedang mengantre untuk mengisi bahan bakar solar dari tangki ilegal. Menariknya, lokasi gudang ini tersembunyi di dalam kebun ubi yang dikelilingi semak belukar dan hutan kecil, serta berada tidak jauh dari area galian C dan bagian belakang SMKN 1 Indralaya Utara.

Menurut informasi yang diperoleh dari narasumber terpercaya warga sekitar—yang meminta namanya dirahasiakan—lokasi gudang tersebut diduga dimiliki oleh seseorang berinisial Reno, yang disebut sebagai oknum anggota kepolisian. Reno disebut-sebut merupakan pemain lama dalam jaringan bisnis BBM ilegal yang sempat menghilang dari peredaran, namun kini kembali aktif dan membuka praktik terlarangnya.

Selain Reno, dua nama lain yang disebut terlibat dalam aktivitas ini adalah Abu dan Ryan, yang juga diduga merupakan bagian dari komplotan mafia BBM ilegal di wilayah tersebut. Ketiganya diduga telah mengatur distribusi minyak ilegal dengan cukup rapi sehingga aktivitas mereka selama ini luput dari pantauan aparat penegak hukum.

Kondisi ini tentunya menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat sekitar. Selain membahayakan lingkungan karena potensi kebakaran dan pencemaran, bisnis BBM ilegal juga merugikan negara dari sisi pendapatan serta menurunkan harga pasar BBM resmi yang legal dan terverifikasi.

Dengan semakin meningkatnya volume dan keberanian pelaku dalam menjalankan aktivitas ilegal ini, tim investigasi mendesak aparat kepolisian khususnya Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Andi Rian Djajadi, untuk segera melakukan tindakan tegas. Praktik seperti ini tidak hanya mencederai hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, namun juga melemahkan kepercayaan publik terhadap aparat jika tidak segera ditindak secara serius.


Tim Investigasi – Sumsel Investigasi
Laporan Lapangan: 15 Juli 2025
Redaktur: TIM 9


Jik

Lebih baru Lebih lama