Modus Tipu-tipu Berkedok Pegawai Kemensos: TINA Raup Jutaan Rupiah dari Warga Miskin yang Dijanjikan Rusun dan Bantuan Sosial



Jakarta – Jurnalinvestigasimabes.com | 31 Juli 2025
Seorang perempuan bernama TINA diduga melakukan aksi penipuan berkedok sebagai pegawai dari Kementerian Sosial (Kemensos). Dengan janji manis dan tipu muslihat, Dini berhasil memperdaya puluhan warga dengan iming-iming bisa membantu percepatan pencairan berbagai program bantuan sosial milik pemerintah seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP), dana PHK, dana anak yatim, dana balita, hingga pengurusan hunian rumah susun (rusun) di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan.

Modus TINA  tergolong rapi. Ia membujuk korbannya dengan mengaku memiliki "akses dalam" di Kemensos dan telah banyak membantu masyarakat miskin untuk mendapatkan hak-haknya. Untuk meyakinkan korban, Dini meminta dokumen pribadi penting seperti KTP, Kartu Keluarga (KK), dan surat-surat pendukung lainnya.

Permintaan Uang dengan Dalih Administrasi

Untuk setiap pengurusan rusun, para korban diminta menyerahkan uang antara Rp200.000 hingga Rp400.000 per unit, serta diminta pula membeli materai sebanyak 32 lembar dengan total biaya sebesar Rp320.000.

Tak berhenti di situ, korban juga diminta menyetor uang Rp100.000 untuk biaya “tes narkoba” dan Rp50.000 untuk uang kunci rusun. Salah satu korban menyebut telah mengeluarkan hingga Rp4 juta untuk keseluruhan proses tersebut.“

Saya percaya karena dia mengaku dari Kemensos. Bahkan dia bilang sudah bantu ratusan warga sebelumnya, jadi saya pikir ini proses resmi,” ujar salah satu korban yang enggan disebut namanya.

Dari hasil penelusuran, diketahui bahwa TINA mengaku telah membantu ratusan warga, khususnya dalam pengurusan rusun dan bantuan sosial lainnya. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa tak satu pun dari korban yang benar-benar menerima manfaat yang dijanjikan.

Minimal 20 Korban, Bisa Ratusan

Korban-korban yang berhasil ditemui menyebutkan bahwa setidaknya ada 20 orang yang dikenal TINA secara langsung dan telah menjadi korban aksi penipuan ini. Namun, jika mengacu pada pengakuan TINA bahwa ia telah "membantu" ratusan warga, maka jumlah korban diperkirakan bisa mencapai ratusan orang di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Sebagian besar korban adalah masyarakat berpenghasilan rendah yang memang sangat berharap mendapatkan akses rusun murah atau bantuan sosial untuk kelangsungan hidup keluarga mereka.

Tidak Ada Konfirmasi Resmi dari Kemensos

Sampai berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Kementerian Sosial terkait klaim TINA yang mengaku sebagai pegawainya. Dugaan sementara menyebutkan bahwa TINA bukan bagian dari institusi tersebut dan hanya menggunakan kedok "pegawai Kemensos" sebagai kedok untuk melancarkan aksinya.

Masyarakat pun diimbau untuk lebih berhati-hati dan tidak mudah percaya pada pihak-pihak yang menawarkan janji bantuan dengan imbalan uang atau dokumen pribadi.

Korban Siap Melapor

Beberapa korban menyatakan kesiapannya untuk melapor ke pihak berwajib, guna membongkar modus dan jaringan di balik aksi Dini. Mereka berharap penegak hukum segera bertindak sebelum lebih banyak warga tertipu.


Redaksi Jurnalinvestigasimabes.com akan terus mengawal perkembangan kasus ini dan membuka kanal aduan bagi warga lain yang merasa menjadi korban penipuan serupa.

Jika Anda memiliki informasi atau menjadi korban TINA, silakan hubungi kami melalui email redaksi@jurnalinvestigasimabes.com atau WhatsApp 085215353012
Kerahasiaan identitas Anda dijamin.



Lebih baru Lebih lama