Jeritan dan Isak Tangis Ibu-Ibu Pendulang Emas di kecamatan sungai Mas, Tolak Penutupan Tambang Emas Rakyat



Minggu, 5 Oktober 2025 

JurnalinvestigasiMabes.com||Aceh Barat – Suasana haru mewarnai aksi penolakan penutupan tambang emas rakyat di Kecamatan Sungai Mas, Kabupaten Aceh Barat, Sabtu (4/10/2025). 


Isak tangis para ibu-ibu pendulang emas pecah saat menyampaikan keluh kesah mereka kepada Tim Panitia Khusus (Pansus) DPRK Aceh Barat yang datang meninjau lokasi tambang.



Mereka memohon agar pemerintah daerah dan provinsi tidak menutup tambang emas rakyat yang selama ini menjadi satu-satunya sumber penghidupan bagi masyarakat setempat.


“Kami meminta kepada Anggota DPRK Aceh Barat, terutama Tim Pansus, agar menyampaikan aspirasi kami kepada pemerintah provinsi Aceh. 


Jangan tutup tambang emas rakyat, karena inilah tempat kami mencari nafkah untuk menghidupi keluarga,” ucap  Warnidah" salah satu pendulang sambil menahan tangis.


Para pendulang juga mengeluhkan adanya ketidakadilan dalam kebijakan penertiban tambang. 


Mereka menilai, dua perusahaan besar yakni PT. Megalanic dan PT. Koperasi KKPA masih tetap beroperasi di wilayah mereka, sementara aktivitas tambang rakyat justru ditutup.


“Ini tidak adil, kami yang rakyat kecil disuruh berhenti, sementara perusahaan besar tetap jalan. 


Padahal merekalah yang merusak lingkungan dan aliran Sungai Woyla,” ungkap warga dengan nada kesal.


Masyarakat Sungai Mas berharap Bapak Gubernur Provinsi Aceh Muzakir Manaf dan Bapak  Presiden Republik Indonesia H. Prabowo Subianto turun tangan mencari solusi agar mereka dapat kembali bekerja seperti sedia kala.


“Kami mohon solusi dari pemerintah, agar kami bisa kembali mendulang emas.


 Karena pekerjaan ini tidak butuh ijazah tinggi, tidak ada batasan usia, dan hanya ini keahlian kami,” Warnidah salah seorang ibu pendulang.


Aksi penolakan penutupan tambang emas rakyat ini mendapat simpati dari berbagai pihak. 


Warga berharap aspirasi mereka didengar dan kebijakan yang diambil pemerintah nantinya dapat mempertimbangkan nasib masyarakat kecil yang menggantungkan hidup dari tambang rakyat.(***)


Ade p/Rizal /red

Lebih baru Lebih lama