Sragen, 28 Oktober 2025 —||
Tragedi memilukan terjadi di Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Satu keluarga terdiri dari ayah, ibu, dan dua anak kecil tewas dalam kecelakaan tabrak lari antara sepeda motor dan mobil pickup L300 di jalan raya Plupuh–Mojosongo, tepatnya di Dukuh Ceplisan RT 18, Desa Gedongan, Kecamatan Plupuh, pada Senin (27/10/2025) sekitar pukul 18.20 WIB.
Peristiwa tersebut menyisakan duka mendalam bagi warga sekitar dan keluarga korban. Keempat korban diketahui merupakan satu keluarga warga Desa Jembangan, Kecamatan Plupuh, Sragen. Mereka adalah Saiful Anwar (32), sang ayah; Unik Yuwanti (29), sang istri; serta dua anak mereka, Alikha Nafisha Anwar (7) dan Amira Syarifatil Anwar (5). Keempatnya mengendarai sepeda motor Honda Beat warna hitam dengan nomor polisi AD 5065 AHE saat kejadian.
Berdasarkan keterangan saksi mata dan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), kecelakaan maut itu berawal ketika korban sekeluarga melaju dari arah selatan menuju utara. Saat melintas di lokasi kejadian, terdapat tanah lumpur bekas combi yang menumpuk di badan jalan. Diduga, motor yang dikendarai Saiful Anwar terpeleset atau menghindar dari lumpur tersebut hingga oleng.
“Awalnya ada tanah lumpur bekas combi di tengah jalan. Diduga sepeda motor menghindar atau terpleset dan oleng karena lumpur tersebut. Bersamaan itu, ada mobil dari arah utara menuju selatan lalu terjadilah kecelakaan tersebut. Korban satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan kedua anaknya,” tutur Muslim (53), salah satu saksi mata warga Ceplisan, Plupuh, kepada wartawan.
Saat motor korban terjatuh, mobil pickup L300 yang datang dari arah berlawanan langsung menabrak mereka. Namun, bukannya berhenti dan menolong, pengemudi mobil tersebut justru kabur meninggalkan lokasi kejadian
Benturan keras membuat Saiful Anwar dan istrinya Unik Yuwanti meninggal di tempat.
Dari hasil pemeriksaan di TKP, Saiful mengalami luka parah di bagian dahi, lebam pada mata kanan, serta pendarahan hebat dari hidung dan mulut. Sementara Unik Yuwanti mengalami luka serius di dahi kiri, lecet di pipi kiri, sobekan di bibir bawah sepanjang dua sentimeter, dan pendarahan di hidung serta mulut.
Kedua anak mereka, Alikha Nafisha Anwar (7) dan Amira Syarifatil Anwar (5), sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat dalam kondisi kritis. Namun, nyawa keduanya tidak tertolong karena mengalami luka berat di kepala dan wajah akibat benturan keras.
Suasana haru menyelimuti rumah duka di Dukuh Jengglong, Desa Jembangan, Kecamatan Plupuh. Warga sekitar tampak berdatangan memberikan belasungkawa dan membantu prosesi pemakaman keluarga kecil tersebut
Kasat Lantas Polres Sragen, Iptu Kukuh Tirto Satrio Leksono, membenarkan kejadian tragis tersebut. Ia menjelaskan bahwa dari hasil olah TKP dan keterangan saksi, penyebab kecelakaan diduga karena sepeda motor korban tergelincir di atas lumpur sebelum ditabrak kendaraan dari arah berlawanan.“
Kronologi kejadian, semula kendaraan bermotor tak dikenal melaju dari arah utara ke selatan, sedangkan sepeda motor Honda Beat melaju dari arah selatan ke utara. Menjelang lokasi kejadian, diduga pengendara sepeda motor melintas di atas lumpur yang berada di badan jalan, kemudian tergelincir dan terjatuh. Bersamaan itu, dari arah berlawanan melaju kendaraan tak dikenal yang kemudian membentur pengendara sepeda motor,” terang Iptu Kukuh, Selasa (28/10/2025).
Setelah kejadian, kendaraan yang diduga pelaku langsung melarikan diri tanpa memberikan pertolongan. Saat ini, gabungan tim Resmob dan Unit Laka Satlantas Polres Sragen telah diterjunkan untuk memburu kendaraan pelaku tabrak lari tersebut. Polisi juga sedang menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi dan meminta keterangan sejumlah saksi untuk mengidentifikasi pelaku.“
Setelah benturan, mobil tak dikenal meninggalkan TKP. Saat ini gabungan Resmob dan Unit Laka Satlantas Polres Sragen sedang memburu mobil tersebut,” tegas Iptu Kukuh.
Tragedi ini menimbulkan keprihatinan mendalam di kalangan masyarakat. Warga sekitar berharap agar pihak berwenang menertibkan jalan raya Plupuh–Mojosongo yang kerap licin akibat lumpur kendaraan proyek dan memastikan pelaku tabrak lari segera ditangkap serta dihukum sesuai undang-undang.
“Sudah sering jalan itu licin karena lumpur dari kendaraan proyek. Kami minta ada tindakan agar kejadian serupa tidak terulang lagi,” ujar salah satu warga, Slamet (45).
Kecelakaan maut di Plupuh ini menambah daftar panjang kasus tabrak lari di wilayah Sragen dan sekitarnya. Hingga kini, aparat kepolisian terus melakukan penyelidikan intensif guna mengungkap identitas pelaku dan membawa keadilan bagi keluarga korban.
Keluarga kecil yang kehilangan nyawa dalam tragedi tersebut kini hanya bisa dikenang sebagai korban ketidakpedulian di jalan raya—sebuah tragedi yang semestinya tak perlu terjadi bila ada kesadaran dan tanggung jawab dari semua pengguna jalan.
Tr_32/red

