Terapis Wanita Tewas di jakarta selatan Diduga Lompat dari Lantai 5 Ruko: Polisi Dalami Motif di Balik Tragedi






Jakarta Selatan, 6 Oktober 2025 — Warga Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, digemparkan dengan penemuan jasad seorang wanita muda di lahan kosong belakang gedung TIKI, Kamis dini hari (2/10/2025). Wanita itu belakangan diketahui berinisial RTA (24), diduga bekerja sebagai terapis spa di salah satu ruko kawasan tersebut.

Polisi menduga kuat korban melompat dari lantai lima sebuah ruko di sekitar lokasi kejadian. Namun, hingga kini penyebab pasti kematian korban masih dalam penyelidikan.


Polisi: Dugaan Awal, Korban Lompat dari Lantai Lima

Wakasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Igo Fazar Akbar, mengatakan bahwa pihaknya masih mengumpulkan keterangan dari para saksi di lapangan

.Dugaan sementara seperti itu (korban lompat dari lantai lima),” ujarnya kepada wartawan, Jumat (3/10/2025).

Igo menyebutkan bahwa sejauh ini tujuh saksi telah dimintai keterangan. Mereka terdiri dari sekuriti ruko, warga sekitar, hingga rekan kerja korban.

Yang kami dapati, korban bukan warga sekitar. Kakaknya juga sudah datang dan membuat laporan ke kepolisian,” tambahnya

.Ditemukan di Lahan Kosong Belakang Gedung TIKI,Kapolsek Pasar Minggu, Kompol Anggiat Sinambela, menjelaskan bahwa jasad korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 05.00 WIB oleh petugas keamanan. Saat ditemukan, korban mengenakan kaos abu-abu dan celana panjang warna gelap, dalam posisi terlentang di lahan kosong belakang Gedung TIKI, Jalan H. Tutty Alawiyah, Pejaten Barat.

Benar adanya seorang perempuan ditemukan meninggal dunia. Ciri-cirinya kulit putih, rambut hitam, dan di sekitar jenazah terdapat kain selendang serta sebuah dompet kecil berisi dua ponsel, masing-masing merek iPhone dan Vivo,” jelas Anggiat dalam keterangan tertulis.

Awalnya, seorang penghuni ruko mendengar suara teriakan perempuan dari arah belakang gedung. Informasi itu diteruskan ke sekuriti Ruko Pejaten Office Park. Petugas keamanan bersama dua rekannya kemudian mengecek sumber suara dan menemukan tubuh perempuan tersebut sudah tidak bergerak.“

Saksi mencoba memanggil korban, tapi tidak ada respons. Setelah memastikan korban tidak bergerak, saksi segera melapor ke pihak kepolisian,” ungkapnya.


Tidak Ada Tanda Kekerasan, Hanya Luka Lecet,Polisi yang tiba di lokasi segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan awal. Hasilnya, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

Namun, terdapat beberapa luka lecet di bagian lengan kiri, perut kiri, dan dagu, yang diduga akibat benturan saat jatuh.“

Dalam pemeriksaan awal tidak ada indikasi penganiayaan. Luka-luka yang ada kemungkinan akibat benturan keras saat jatuh dari ketinggian,” kata Kompol Anggiat.

Jasad korban kemudian dibawa ke RS Fatmawati untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, termasuk autopsi guna memastikan penyebab kematian.


Identitas Korban: Terapis Spa yang Tidak Kembali ke Mess,Dari hasil penyelidikan, korban diketahui bernama Siti Auliya Zanura Rifaatul Islam (24), seorang terapis di Delta Spa Pejaten. Informasi ini diperoleh setelah salah satu petugas spa melaporkan bahwa ada karyawan yang tidak kembali ke mess sejak dini hari.

“Saksi MY menghubungi koordinator mess untuk memastikan keberadaan korban. Setelah dicek, satu terapis bernama Siti Auliya tidak berada di kamar dan ponselnya tidak aktif,” jelas polisi.

Keterangan itu memperkuat dugaan bahwa korban memang bekerja di sekitar lokasi kejadian dan diduga keluar dari mess tanpa sepengetahuan rekan-rekannya.


Motif Masih Misterius, Polisi Lakukan Pendalaman,Hingga saat ini, polisi masih mendalami berbagai kemungkinan penyebab kematian korban. Motif di balik dugaan bunuh diri masih belum terungkap.

Tim penyidik Polres Metro Jakarta Selatan juga tengah memeriksa isi ponsel korban dan melakukan analisis rekaman CCTV di sekitar gedung untuk memastikan kronologi kejadian.“

Belum bisa disimpulkan apakah korban murni bunuh diri atau ada faktor lain. Kami masih menunggu hasil autopsi dan analisis digital forensik dari ponsel korban,” tutur AKP Igo.


Duka Keluarga dan Permintaan Keadilan,Kakak korban telah datang ke Polres Jakarta Selatan dan membuat laporan resmi. Keluarga meminta kepolisian untuk mengusut tuntas penyebab kematian adiknya dan memastikan tidak ada unsur kekerasan.

“Kami hanya ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi. Adik kami bukan orang yang mudah menyerah,” ungkap salah satu anggota keluarga saat ditemui di rumah duka.

Kasus tewasnya seorang terapis muda di Pasar Minggu ini menjadi pengingat tentang rentannya tekanan hidup di kota besar. Di tengah hiruk pikuk rutinitas, masih banyak yang diam-diam menyimpan masalah pribadi yang berat hingga berujung pada tragedi.

Polisi berharap hasil autopsi dan pemeriksaan forensik dapat segera mengungkap fakta sebenarnya di balik kematian Siti Auliya Zanura Rifaatul Islam, sehingga publik tidak terjebak dalam spekulasi.


R

Lebih baru Lebih lama