Tanjak Bertuah Menyampaikan Duka Cita Yang Mendalam Atas Musibah Banjir di Sejumlah Daerah,Andi Champay: Duka Sumatera duka Kita


Jurnal Investigasi Mabes | Pekanbaru,
—ketua Yayasan Tanjak Bertuah menyampaikan rasa  duka cita yang mendalam atas musibah banjir dan bencana hidrometeorologi lain yang melanda sejumlah wilayah di inidonisia,khusunya aceh,Sumatera utara,dan Sumatera barat.cuaca eksrem yang terjadi beberapa hari terakhir telah menyebkan kerusakan,korban jiwa,serta ribuan warga harus mengungsi dari kediamanya.


Andi champay, ketua Yayasan tanjak bertuah turut merasakan kesedihan yang mendalam ,yang di alami masyarakat yang terdampak.solidaritas kemanusiaan sangat diperlukan saat ini.jum'at,(28/11/2025).


“Atas nama yayasan tanjak Bertuah, kami menyampaikan dukacita yang sedalam-dalamnya atas musibah yang menimpa saudara-saudara kita di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ini bukan hanya duka bagi mereka, tetapi duka bagi kita semua. Segenap doa kami haturkan untuk para korban, keluarga yang kehilangan, serta seluruh masyarakat yang terdampak bencana. Semoga Allah SWT memberikan ketabahan, kekuatan, dan perlindungan. Al-Fatihah,” ujar nya.


Andi juga mengapresiasi kerja keras seluruh unsur pemerintah pusat, BNPB, TNI–Polri, dan relawan yang tanpa henti melakukan evakuasi, pendataan, hingga penyaluran bantuan di lokasi terdampak. Menurutnya, kolaborasi antarlembaga merupakan kunci dalam penanganan bencana, terlebih saat cuaca ekstrem diprediksi masih akan berlangsung di sejumlah daerah di Indonesia.


Andi champay mengimbau seluruh masyarakat, terutama yang berada di daerah rawan banjir dan pesisir, agar tetap meningkatkan kewaspadaan. Ia menekankan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem, termasuk memastikan jalur evakuasi, kebersihan saluran air, dan koordinasi masyarakat dengan aparat setempat.


“Musibah ini mengingatkan kita semua tentang pentingnya persatuan dan kepedulian. Ketika satu daerah tertimpa bencana, daerah lain ikut merasakan. Semoga cobaan ini segera berlalu dan saudara-saudara kita dapat kembali menjalani aktivitas dengan normal,” tutupnya.

Lebih baru Lebih lama