Pasaman – 06 Desember 2025.
Kondisi jalan lintas penghubung Provinsi Sumatera Barat menuju Rokan Hilir, Riau, kini berada pada tingkat kerusakan yang sangat memprihatinkan. Jalan yang seharusnya menjadi urat nadi transportasi masyarakat dan jalur utama distribusi barang ini tampak terbengkalai: bahu jalan hilang tertutup semak belukar, lubang-lubang besar dibiarkan menganga, dan genangan air menguasai hampir seluruh badan jalan di sejumlah titik rawan.
Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa berbagai kerusakan tersebut sudah berlangsung lama tanpa penanganan memadai dari pemerintah daerah maupun instansi teknis terkait. Warga sekitar menyebutkan, jalan yang setiap hari dilintasi kendaraan bermuatan berat itu semakin memburuk terutama pada musim hujan. Air yang menggenang tidak hanya merusak permukaan jalan, tetapi juga mengakibatkan kendaraan mudah tergelincir.
“Kalau malam hari sangat berbahaya. Lubangnya dalam dan tidak terlihat. Sudah banyak motor jatuh dan mobil rusak,” ungkap beberapa pengguna jalan yang ditemui di lokasi.
Selain membahayakan keselamatan, kondisi ini juga berdampak langsung pada aktivitas perekonomian masyarakat. Pengiriman hasil perkebunan dan pertanian dari Pasaman menuju Riau terhambat, waktu tempuh menjadi lebih lama, bahkan sejumlah sopir truk memilih memutar arah untuk menghindari kerusakan parah yang dapat menimbulkan kerugian kendaraan.
Tokoh masyarakat setempat menilai bahwa kerusakan ini bukti nyata minimnya perhatian pemerintah. Padahal, jalan lintas tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan dua provinsi dan berkontribusi besar terhadap mobilitas perdagangan, distribusi logistik, serta layanan sosial masyarakat.
“Kami sangat berharap pemerintah jangan hanya menunggu laporan. Jalan ini sudah lama rusak, tapi tidak ada tindakan berarti. Jangan nanti setelah ada korban jiwa baru sibuk memperbaiki,” tegas salah seorang warga yang kesal dengan lambannya respon pihak berwenang.
Warga meminta Pemerintah Kabupaten Pasaman, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, serta Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) segera turun tangan. Perbaikan permanen dianggap mutlak dilakukan, mulai dari pengerukan drainase, pelebaran bahu jalan, hingga penambalan dan pengaspalan ulang di titik-titik kritis.
Jika kondisi jalan dibiarkan seperti sekarang, potensi kecelakaan lalu lintas dipastikan akan terus meningkat, diikuti kerugian ekonomi yang semakin besar bagi masyarakat dan pelaku usaha.
Laporan:
Muhammad Irsan M
Wartawan Sumbar Investigasi Mabes
J

