JURNAL INVESTIGASI MABES | PEKANBARU,— Yayasan Tanjak Bertuah menegaskan dukungan penuhnya terhadap Pengurus Wilayah Media Online Indonesia (PWMOI) se-Riau periode 2025–2029 yang resmi dilantik pada Kamis sore (11/12/25) di Hotel Alpha Pekanbaru. Kehadiran yayasan ini menjadi sinyal kuat bahwa penguatan integritas dan profesionalitas media digital di Riau masuk ke fase yang lebih serius.
Pelantikan berlangsung dalam suasana khidmat, namun pesan yang mengemuka tegas: media di Riau tidak boleh berjalan setengah hati. Dengan meningkatnya dinamika informasi nasional dan maraknya disinformasi, PWMOI dituntut untuk mengambil peran yang lebih strategis sebagai penjaga kualitas pemberitaan di wilayah Sumatera.
Ketua Yayasan Tanjak Bertuah, Andi Campay, dalam pernyataannya menegaskan bahwa dukungan yang diberikan bukan bersifat seremonial, melainkan dorongan konkret agar PWMOI tampil sebagai kekuatan yang mampu menjaga standar jurnalisme yang tinggi.
“PWMOI se-Riau 2025–2029 harus menunjukkan performa yang solid dan konsisten. Media membutuhkan disiplin, integritas, dan keberanian. Publik berharap banyak, dan amanah ini tidak boleh dikelola secara biasa-biasa saja,” ujarnya.
Menurutnya, peran PWMOI akan semakin krusial seiring meningkatnya kebutuhan akan informasi yang akurat di tengah tensi politik, ekonomi, dan sosial nasional. Media dituntut menjadi kanal informasi yang bersih, tidak memihak kepentingan tertentu, serta tetap berdiri pada prinsip kebenaran.
Yayasan Tanjak Bertuah menilai pelantikan ini sebagai momentum bagi PWMOI untuk mempertegas posisi organisasi sebagai garda depan penjaga kualitas jurnalisme digital, sekaligus memperkokoh peran media sebagai bagian dari ekosistem demokrasi nasional.
Dengan komposisi pengurus yang baru dan harapan besar yang melekat, PWMOI se-Riau dihadapkan pada mandat yang tak dapat dinegosiasikan: meningkatkan kualitas pemberitaan, memperluas dampak positif media daring, dan memastikan bahwa ruang publik tetap terlindungi dari arus informasi yang menyesatkan.

