Curah Hujan Tinggi, Pintu Air Halim Perdanakusuma Siaga Banjir, Sejumlah Rumah Warga Terendam




Jakarta Timur —||

 Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Jakarta dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir menyebabkan kenaikan signifikan debit air di Pintu Air Halim Perdanakusuma. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, ketinggian air tercatat mencapai 3,50 cm, sehingga status Siaga Banjir resmi diberlakukan.

Tim Penanganan Sarana dan Keluhan (TPSK) Halim Perdanakusuma bersama aparat lingkungan setempat, termasuk Ketua RT, terus melakukan pemantauan intensif terhadap ketinggian air dan kondisi pemukiman warga di sekitar aliran sungai. Upaya ini dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk mencegah dampak yang lebih luas apabila debit air terus meningkat.





Akibat meluapnya air, sebagian rumah warga dilaporkan telah terendam banjir, dengan ketinggian air yang bervariasi. Kondisi ini menyebabkan aktivitas warga terganggu, terutama pada jam-jam sibuk pagi dan sore hari. Beberapa warga terpaksa mengamankan barang-barang berharga dan perabot rumah tangga ke tempat yang lebih tinggi.

Di tengah situasi banjir tersebut, petugas siaga banjir menemukan seekor ular sanca dengan panjang hampir 5 meter yang keluar dari sarangnya, diduga akibat habitatnya tergenang air. Ular tersebut berhasil diamankan oleh tim siaga banjir guna mencegah potensi bahaya bagi warga, khususnya anak-anak dan lansia. Proses evakuasi berlangsung dengan pengamanan ketat dan tanpa menimbulkan korban.



Selain dampak fisik berupa genangan air, warga juga diimbau untuk waspada terhadap potensi wabah penyakit pascabanjir. Genangan air yang bercampur lumpur dan sampah berpotensi menimbulkan berbagai penyakit, seperti diare, penyakit kulit, demam berdarah, leptospirosis, hingga infeksi saluran pernapasan. Aparat lingkungan mengingatkan warga untuk menjaga kebersihan lingkungan, tidak membiarkan air tergenang terlalu lama, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala penyakit.

Pihak RT dan tim siaga banjir juga mengimbau masyarakat untuk tetap siaga, mengikuti arahan petugas, serta segera melapor apabila terjadi kenaikan air secara mendadak atau ditemukan hewan liar yang membahayakan. Koordinasi dengan instansi terkait akan terus dilakukan guna memastikan keselamatan warga dan meminimalisir dampak banjir.

Hingga berita ini diturunkan, pemantauan masih terus dilakukan dan status siaga tetap diberlakukan mengingat potensi hujan susulan masih cukup tinggi. Warga berharap pemerintah dan instansi terkait dapat segera mengambil langkah penanganan lanjutan agar kondisi tidak semakin memburuk.

Rara

Lebih baru Lebih lama