Gejolak Harga Daging Kian Parah, APDI Dorong Peran Strategis PT Berdikari

 



Jakarta —||

 Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) menyatakan akan melakukan kunjungan resmi ke pimpinan PT Berdikari (Persero) guna membahas persoalan gejolak harga daging yang hingga kini dinilai belum stabil dan terus memberatkan pedagang maupun masyarakat sebagai konsumen akhir.

Kunjungan tersebut akan dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal APDI, Yayan Suryana, bersama jajaran pengurus pusat APDI. Agenda pertemuan direncanakan berlangsung di kantor pusat PT Berdikari dan menjadi bagian dari upaya APDI mencari solusi konkret atas fluktuasi harga daging, khususnya daging sapi, yang kerap melonjak tanpa kepastian.

Menurut APDI, ketidakstabilan harga daging tidak hanya berdampak pada daya beli masyarakat, tetapi juga memukul pedagang daging tradisional yang berada di garis depan distribusi pangan. Para pedagang kerap berada dalam posisi terjepit antara harga pasokan yang tinggi dan tuntutan konsumen akan harga yang terjangkau.

“APDI ingin ada komunikasi langsung dengan BUMN pangan seperti PT Berdikari agar ditemukan solusi bersama, baik dari sisi pasokan, distribusi, maupun kebijakan harga,” ujar Sekjen APDI, Yayan Suryana, dalam keterangannya.

Peran Strategis PT Berdikari

Sebagai informasi, PT Berdikari merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang tergabung dalam holding pangan ID FOOD. Perusahaan ini bergerak di bidang peternakan terintegrasi, mencakup komoditas ayam, sapi, domba, kambing, hingga kerbau, serta pengembangan produk olahan daging dan jasa logistik.

PT Berdikari mengemban misi strategis dalam menyediakan akses pangan berkualitas bagi masyarakat Indonesia, mendukung kemandirian pangan nasional, serta meningkatkan kesejahteraan peternak melalui model kemitraan yang inklusif dan berkelanjutan.

Dalam operasionalnya, Berdikari tidak hanya fokus pada produksi hulu, tetapi juga memperkuat sektor hilir melalui pengolahan dan distribusi. Salah satu produk unggulannya adalah merek BeBest, yang mencakup berbagai produk olahan daging seperti sosis, nugget, bakso, dan kornet. Selain itu, Berdikari juga memasarkan produk daging segar dan beku melalui jaringan Gerai Daging Berdikari yang menjangkau konsumen rumah tangga, UMKM, hingga sektor HORECA (Hotel, Restoran, dan Kafe).

Fokus Bisnis Terintegrasi

Secara garis besar, kegiatan utama PT Berdikari meliputi:

Peternakan Terintegrasi, mulai dari pembibitan, penggemukan, hingga penyediaan pakan ternak.

Produksi Olahan Daging dengan standar mutu dan keamanan pangan.

Kemitraan Peternak Rakyat, sebagai bagian dari penguatan ekosistem peternakan nasional.

Ritel dan Distribusi, melalui Gerai Daging Berdikari dan jaringan reseller.

Penugasan Pemerintah, dalam rangka mendukung program swasembada daging dan ketahanan pangan nasional.

Sejarah PT Berdikari sendiri cukup panjang. Perusahaan ini berdiri sejak tahun 1966 sebagai Pilot Proyek Berdikari, kemudian mengalami transformasi signifikan hingga resmi menjadi bagian dari holding BUMN pangan ID FOOD pada tahun 2022, bersamaan dengan perubahan status menjadi PT.

Harapan APDI

Melalui kunjungan ini, APDI berharap PT Berdikari dapat mengambil peran lebih aktif dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga daging di tingkat pedagang. APDI juga mendorong adanya skema distribusi yang lebih adil dan transparan, sehingga pedagang kecil tidak terus menjadi korban fluktuasi harga pasar.

R

“Stabilitas harga daging adalah kunci ketahanan pangan dan ketenangan sosial. Jika harga terus bergejolak, yang dirugikan bukan hanya pedagang, tetapi juga masyarakat luas,” tegas Yayan Suryana.

APDI menegaskan komitmennya untuk terus mengawal isu pangan strategis dan menjalin sinergi dengan pemerintah serta BUMN pangan, demi terwujudnya ketersediaan protein hewani yang aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH) bagi seluruh rakyat Indonesia.

Lebih baru Lebih lama