Innalillahi Wainnailaihi Raji’un, Keluarga Besar Jurnalinvestigasimabes.com Berduka atas Wafatnya Samsudin Ahza — Duka Mendalam Kehilangan Sosok Pejuang dan Pengabdi Padepokan Garuda Yaksa

 




JAKARTA —||

 Kabar duka menyelimuti keluarga besar jurnalinvestigasimabes.com serta seluruh elemen yang pernah berjuang bersama Padepokan Garuda Yaksa. Telah berpulang ke rahmatullah, Samsudin Ahza, sosok yang dikenal sebagai pribadi berdedikasi tinggi, loyal, serta konsisten dalam pengabdian dan perjuangan kolektif.




Pimpinan Umum beserta seluruh jajaran redaksi jurnalinvestigasimabes.com menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya almarhum. Kepergian Samsudin Ahza bukan hanya meninggalkan kesedihan bagi keluarga, tetapi juga bagi rekan-rekan seperjuangan yang mengenal ketulusan dan komitmennya selama ini.

Almarhum semasa hidup dikenal aktif dan turut menjadi bagian penting dalam perjuangan Padepokan Garuda Yaksa. Dengan semangat juang yang tinggi, almarhum senantiasa hadir dalam berbagai kegiatan, mengedepankan nilai kebersamaan, loyalitas, dan pengabdian tanpa pamrih. Sosoknya dikenal rendah hati, teguh pendirian, serta selalu menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi.


“Almarhum adalah pribadi yang tidak banyak bicara, namun bekerja dengan nyata. Dedikasi dan loyalitasnya menjadi teladan bagi kami semua,” ujar salah satu rekan seperjuangan mengenang sosok Samsudin Ahza.

Kiprah dan jasa almarhum akan selalu tercatat sebagai bagian dari perjalanan panjang perjuangan yang telah dilalui bersama. Nilai-nilai pengabdian yang ditanamkan almarhum diharapkan dapat terus dilanjutkan oleh generasi penerus, sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan keteladanan yang telah diberikan.

Dalam suasana penuh keharuan, keluarga besar jurnalinvestigasimabes.com juga memanjatkan doa agar almarhum diberikan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, diampuni segala khilaf dan dosa-dosanya, serta diterima seluruh amal ibadahnya.

“Kami turut mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kekuatan, dan keikhlasan dalam menghadapi cobaan ini. Semoga almarhum husnul khatimah,” demikian pernyataan resmi dari jajaran redaksi.

Kepergian Samsudin Ahza menjadi pengingat bahwa setiap pengabdian yang dilakukan dengan tulus akan selalu meninggalkan jejak kebaikan. Meski raga telah tiada, jasa dan pengabdiannya akan terus dikenang oleh rekan, sahabat, dan seluruh pihak yang pernah berjalan bersamanya dalam satu perjuangan.

Selamat jalan pejuang.

Jasa dan pengabdianmu akan selalu hidup dalam ingatan dan hati kami

Red

Lebih baru Lebih lama