Jalan Maut Gunong Cut Kembali Makan Korban: Ibu dan Anak Bersimbah Darah – 9 Kali Terjadi di Tahun 2026, Pemerintah Tunggu Apa Lagi?




Kamis, 12 Febuari 2026 

JurnalinvestigasiMabes.com||

Nagan Raya – Jalan lintas provinsi di kawasan Gunong Cut, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, kembali menelan korban.



 Seorang ibu dan anak kecil harus terkapar bersimbah darah setelah sepeda motor yang mereka kendarai terperosok ke lubang besar yang menganga di badan jalan, bak jebakan maut yang dibiarkan tanpa ampun.



Peristiwa memilukan itu terjadi pada 2026 ini, menambah daftar panjang kecelakaan akibat kerusakan parah di jalur vital tersebut.




 Anak kecil yang menjadi korban dilaporkan mengalami pecah kepala dan pendarahan hebat.



Ia harus mendapatkan penanganan intensif dalam kondisi kritis.


Sementara sang ibu mengalami luka serius akibat benturan keras.Informasi yang dihimpun awak media dari warga setempat menyebutkan,


Sepanjang tahun 2026 saja, sudah sembilan kali kecelakaan terjadi di titik yang sama.


Mayoritas korban harus dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis. Beberapa bahkan dirawat di ruang ICU dan mengalami koma.


“Setiap bulan pasti ada korban. Kami sudah capek mengeluh. Tapi sampai sekarang belum ada perbaikan serius,” ujar seorang warga dengan nada kecewa dan geram.


Lubang besar di badan jalan itu bukan sekadar retakan kecil. Saat hujan turun, genangan air menutupinya sehingga pengendara tak bisa membedakan mana aspal dan mana jurang kecil di tengah jalan. Pada malam hari, situasi semakin berbahaya karena minim penerangan.



Ironisnya, jalan ini merupakan jalur strategis penghubung antarwilayah dan menjadi urat nadi ekonomi masyarakat.



Kendaraan pribadi, angkutan umum, hingga truk logistik melintas setiap hari. Namun kondisi infrastrukturnya justru dibiarkan rusak berlarut-larut.



Pertanyaannya, berapa korban lagi yang harus berjatuhan sebelum ada tindakan nyata?

Tambal sulam yang dilakukan sebelumnya terbukti tak bertahan lama. 



Aspal kembali mengelupas, lubang kembali menganga, dan ancaman maut kembali menunggu korban berikutnya.



Masyarakat mendesak Pemerintah Provinsi Aceh, Gubernur Aceh, serta DPRA untuk segera turun tangan melakukan perbaikan permanen dan menyeluruh, bukan solusi sementara yang hanya bertahan hitungan minggu.



Jalan bukan sekadar hamparan aspal. Ia adalah jalur kehidupan, akses pendidikan, penghubung ekonomi, dan penentu keselamatan. 


Ketika jalan berubah menjadi ancaman maut, maka itu bukan lagi sekadar kelalaian administratif — melainkan persoalan tanggung jawab publik.



Warga Gunong Cut kini hanya memiliki satu harapan : jangan tunggu korban selanjutnya.(***)




@ Presiden Republik Indonesia 

@ H. Prabowo Subianto 

@ Wakil presiden republik Indonesia 

@ Gibran Rakabumi Raka 

@Kementria Keuangan RI 

@ Purbaya Sadewo 

@ Kapolri 

@ Panglima TNI 

@ Listyo Sigit Prabowo 

@Agus Subiyanto 

@ Kapolda Aceh 

@ Pangdam Iskandar Muda 

@ Wakil Pangdam Iskandar Muda 

@ Waka Polda Aceh 

@ Gubernur Aceh 

@ Muzakir Manaf ( Mualem)

@ Wakil Gubernur Aceh 

@Fadhlullah (Dek Fadh) 

@ Sekda provinsi Aceh 

@ DPR RI 

@ DPRA 

@ Bupati Nagan Raya 

@ Polres Nagan Raya 

@ Wakil Bupati Nagan Raya 

@ Ketua DPRK Nagan Raya 

@ Wali Nanggroe 

@ Wakil Ketua DPRK Nagan Raya 

@ DPRK Nagan Raya 

@ Kementerian PUPR Provinsi 

@ Dinas PUPR Provinsi Aceh 

@ Dinas PUPR Nagan Raya



# Tim Media investigasi Nagan Raya 

Lebih baru Lebih lama