Jalur Alternatif Sumbar–Riau di Perbatasan Pasaman–Rokan Hulu Terbengkalai, Warga Minta Perhatian Pemerintah





SUMBAR_RIAU

Jalur penghubung antara Provinsi Sumatera Barat dan Provinsi Riau melalui wilayah perbatasan Kabupaten Pasaman dan Kabupaten Rokan Hulu dilaporkan mengalami kondisi yang memprihatinkan. Ruas jalan yang selama ini menjadi jalur alternatif penting bagi mobilitas masyarakat kini tertutup semak belukar, sementara saluran drainase di sisi jalan dipenuhi tanah akibat hujan deras.

Warga setempat mengungkapkan bahwa kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama tanpa adanya penanganan berarti. Semak yang tumbuh liar di sepanjang badan jalan mempersempit akses kendaraan, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan, terutama pada malam hari atau saat cuaca buruk. Selain itu, paret atau drainase yang tertutup tanah membuat air hujan meluap ke badan jalan, mempercepat kerusakan permukaan jalan.

Menurut masyarakat, jalur ini memiliki peran strategis sebagai akses alternatif penghubung Sumatera Barat dan Riau, baik untuk aktivitas ekonomi, distribusi barang, maupun perjalanan warga antarwilayah. Jika dibiarkan, kondisi jalan yang semakin rusak dikhawatirkan akan menghambat mobilitas dan berdampak pada perekonomian masyarakat sekitar.

Beberapa pengguna jalan mengaku harus ekstra berhati-hati saat melintas. Selain permukaan jalan yang mulai rusak akibat genangan air, pandangan pengemudi juga terganggu oleh semak yang menjalar hingga ke bahu jalan.

Warga berharap pemerintah daerah maupun instansi terkait segera turun tangan melakukan pembersihan semak, normalisasi drainase, serta perawatan rutin agar jalur tersebut kembali aman dan layak dilalui. Mereka menilai perhatian terhadap jalur alternatif ini penting, mengingat fungsinya sebagai penghubung antarprovinsi yang cukup vital.

Masyarakat menegaskan bahwa perawatan infrastruktur bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga keselamatan pengguna jalan. Dengan adanya respons cepat dari pemerintah, warga berharap jalur Pasaman–Rokan Hulu dapat kembali berfungsi optimal dan mendukung aktivitas masyarakat lintas wilayah.


Muhamad irsad


Lebih baru Lebih lama