Saat Doa Bersahut Keluh: Buruh TKBM Desa Suak Indrapuri Berjuang di Bawah Tekanan Ekonomi

 






Minggu, 22 Febuari 2026 

JurnalinvestigasiMabes.com||

Aceh Barat – Terik matahari bulan suci Ramadhan membakar kulit. 




Keringat bercucuran, tenaga diperas, namun semangat tak pernah benar-benar padam. 




Itulah potret keseharian buruh TKBM (Tenaga Kerja Bongkar Muat) di Desa Suak Indrapuri, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat.


Di tengah himpitan ekonomi dan harga bahan pokok yang kian melambung, para buruh tetap berdiri tegak demi keluarga. Mereka bekerja bukan karena banyak pilihan, tetapi karena tanggung jawab.



Ironisnya, pekerjaan yang mereka andalkan di Pelabuhan Pelindo Desa Suak Indrapuri tidak menentu. Aktivitas bongkar muat hanya hadir sesekali—bahkan dalam setahun bisa hanya dua minggu sekali. Selebihnya? Menunggu tanpa kepastian.


Salah satu perwakilan buruh TKBM menyampaikan harapan dan keluh kesahnya kepada Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten.


“Kami bukan meminta belas kasihan. Kami hanya ingin kepastian kerja yang layak.


"Kami ingin organisasi buruh TKBM Desa Suak Indrapuri dijadikan Anggota binaan Pemerintah Dinas Tenaga kerjaan provinsi Aceh dan Dinas Tenaga kerjaan kabupaten Aceh Barat Agar bisa mendapatkan pembinaan Pelatihan dan akses lapangan pekerjaan yang layak,” ujarnya.


Permintaan itu ditujukan kepada :


Gubernur Provinsi Aceh


DPRA Provinsi Aceh


Bupati Aceh Barat


DPRK Aceh Barat


Kementerian Sosial RI 


Kementerian Ketenagakerjaan RI 


Kementerian ESDM RI 


Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Aceh Barat


Dinas Tenaga Kerja Provinsi Aceh


"Mereka berharap agar perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Wilayah Kabupaten Aceh Barat turut membuka peluang kerja bagi kami buruh lokal, khususnya anggota TKBM Desa Suak Indrapuri, Agar mendapatkan Pekerjaan yang layak dan upah yang sesuai untuk memenuhi kebutuhan Ekonomi sehari-hari keluarga "



“Kami siap bekerja keras. Yang kami butuhkan hanya kesempatan. Jangan sampai kami hanya jadi penonton di tanah sendiri,” tegasnya.


Di bulan suci Ramadhan, saat banyak orang berbicara tentang keberkahan dan kepedulian sosial, para buruh ini justru bergelut dengan kenyataan pahit: kerja tidak rutin, penghasilan tak menentu, sementara kebutuhan keluarga terus berjalan.


Seruan ini bukan sekadar keluhan, melainkan panggilan nurani bagi para pemangku kebijakan. Jika pemerintah serius membangun ekonomi kerakyatan, maka buruh seperti TKBM Suak Indrapuri harus menjadi prioritas.


Karena di balik setiap karung yang mereka angkut, ada harapan anak-anak yang ingin sekolah, ada dapur yang harus tetap mengepul, dan ada keluarga yang menanti nafkah dengan penuh doa.



"Kini, bola ada di tangan para pemimpin".


Apakah jeritan buruh kecil ini akan didengar, atau kembali tenggelam dalam sunyi birokrasi?


@ Gubernur provinsi Aceh 

@Muzakir Manaf

@ Wakil Gubernur provinsi Aceh 

@ DPRA provinsi Aceh 

@ DPD provinsi Aceh 

@Bupati Aceh Barat 

@ Tarmizi, Sp.MM.,

@ Wakil Bupati Aceh Barat 

@ DPRK Aceh Barat 

@ Dinas Tenaga kerjaan provinsi Aceh 

@Dinas Tenaga kerjaan kabupaten Aceh Barat 

@ Dinas Sosial kabupaten Aceh Barat 



Redaksi :

( T.R.ADE PRATAMA)

# Tim Media investigasi Aceh Barat 

Lebih baru Lebih lama