140 Anak di Bireuen Diduga Keracunan MBG, 133 dari Simpang Mamplam dan 7 dari Pandrah — Program Gizi Berujung Keracunan serta Kepanikan Massal







Senin, 2 Maret 2026

JurnalinvestigasiMabes.com||

BIREUEN, ACEH — Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang sebagai solusi peningkatan gizi anak justru berubah menjadi mimpi buruk. Sebanyak 140 anak di Kabupaten Bireuen, Aceh, diduga mengalami keracunan usai menyantap paket MBG yang dibagikan pada Kamis (26/2/2026).


Dari jumlah tersebut, 133 anak berasal dari Kecamatan Simpang Mamplam, sementara 7 anak lainnya dari Kecamatan Pandrah. Peristiwa ini sontak memicu kepanikan warga dan membuat fasilitas kesehatan kewalahan menangani lonjakan pasien.


Anak Muntah dan Mencret Usai Berbuka Gejala mulai muncul setelah anak-anak berbuka puasa. Sakit perut hebat disusul muntah-muntah dan diare terjadi hampir bersamaan. Orang tua panik. Malam itu juga, korban dilarikan ke UPTD Puskesmas Simpang Mamplam.


Situasi di Puskesmas nyaris tak terkendali. Menjelang tengah malam, jumlah pasien terus bertambah.



Yang sempat dirawat di Puskesmas kita 57 orang. Lain kita rujuk ke puskesmas lain dan yang parah kita rujuk ke RS Fauziah,” ujar Kepala UPTD Puskesmas Simpang Mamplam, Suryani, Jumat (27/2/2026).



Sejumlah anak dengan kondisi lebih berat langsung dirujuk ke RSUD dr. Fauziah untuk penanganan intensif.


Menu Lengkap, Tapi Berujung Petaka?


Pihak Puskesmas menyebutkan menu MBG yang dibagikan terdiri dari :


Bakso


Susu


Jelly


Telur


Bolu kukus


Kurma


Secara komposisi, menu tersebut tampak layak dan bergizi. 


Namun kenyataannya, ratusan anak justru tumbang.


“Gejalanya muntah sama mencret. Yang banyak muntah,” ungkap Suryani.


Sampel makanan telah dikirim ke laboratorium untuk diperiksa. Hasil uji diperkirakan keluar dalam empat hari ke depan.


Tanggung Jawab Siapa?


Kasus ini bukan sekadar angka. Ini menyangkut keselamatan anak-anak. Program yang seharusnya menjadi simbol kepedulian negara terhadap generasi penerus justru memunculkan dugaan kelalaian serius.


Publik kini menanti dengan tegas:


Hasil resmi uji laboratorium


Evaluasi sistem distribusi dan penyimpanan makanan


Transparansi pihak penyelenggara


Langkah tegas jika ditemukan unsur kelalaian


Jika terbukti ada kesalahan dalam proses pengolahan atau distribusi, maka ini bukan sekadar soal makanan basi — ini soal tanggung jawab moral dan hukum.


Alarm Keras Bagi Program Sosial


Sebagian anak dilaporkan mulai membaik, namun investigasi resmi masih berlangsung. Warga berharap kejadian serupa tidak terulang.


Peristiwa di Bireuen ini menjadi alarm keras bahwa program sebaik apa pun, tanpa pengawasan ketat dan standar keamanan pangan yang disiplin, dapat berubah menjadi bencana.


Program gizi adalah tentang masa depan. Dan masa depan tidak boleh dipertaruhkan oleh kelalaian.(***)


@Presiden Republik Indonesia 

@Hj. Prabowo Subianto 

@Wakil presiden republik Indonesia 

@Gibran Rakabuming Raka 

@Kapolri Listyo Sigit Prabowo 

@Jendral TNI Agus Subiyanto 

@ KASAD Jendral TNI Maruli Simanjuntak 

@ Menteri ESDM RI 

@ Menteri kesehatan RI 

@Menteri Gizi RI 

@Menteri BPOM RI 

@Menteri keuangan RI 

@ Menteri Pertahanan RI 

@DPR RI Dek Gam 

@Komisi 3 DPR RI 

@ketua komisi 3 DPR RI Habiburokhman

@kapolda Aceh 

@Irjen pol Marzuki Ali Basyah 

@ Pangdam Iskandar Muda 

@ Mayjen TNI Joko Hadi Susilo

@ Ketua DPRA Zulfadli

@DPRA 

@Bupati Bireuen 

@Kapolres kabupaten Bireun

@Dandim kabupaten Bireun

@Kapolsek 

@ Sekda kabupaten Bireuen 

@KetuaJuniadi, S.H., DPRK Bireuen 

@DPRK kabupaten Bireun 

@ Sekda kabupaten Bireuen 

@ DPD RI Sudirman Haji

@ DPD RI Azhari cage

@ DPD RI Darwati AGANI

@Kejaksaan Kabupaten Bireun 

@ispektorat kabupaten Bireuen 

@kpk kabupaten Bireuen 

@Kpk RI



Redaksi :

# Tim Media investigasi Mabes Aceh 

Lebih baru Lebih lama