Kabupaten Jember,Hanya Mampu 4 Unit KDKMP Beroperasi Di Bulan April





Jurnal Investigasi Mabes Jember - Program yang digadang-gadang menjadi penggerak perekonomian desa itu belum sepenuhnya berjalan sesuai target.Menjelang peluncuran nasional pada bulan April 2026, jumlah Koperasi Merah Putih yang benar-benar berdiri masih terbatas.


Upaya mempercepat pembentukan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Jember masih menghadapi sejumlah tantangan di lapangan.


Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perdagangan (DKUKMP) Jember Sartini mengakui pembangunan KDKMP masih berjalan bertahap.


Dari total rencana 104 unit, empat di antaranya masuk gelombang pertama yang sudah rampung. “Unit empat sudah selesai. Yang lainnya progresnya masih berjalan dan kami kejar agar bisa selesai sesuai target,” ujar Sartini Kadis DKUKMP Jember. 


Meski demikian, ia tidak membuka secara terbuka lokasi empat KDKMP yang disebut sudah selesai dibangun. Di sisi lain, waktu menuju peluncuran nasional semakin dekat.


Secara nasional sekitar seribu koperasi ditargetkan siap beroperasi pada bulan April mendatang. Sementara Jember memperkenalkan 104 unit bisa ikut dalam momentum tersebut.


Target tersebut jelas bukan perkara mudah. Selain masalah teknis pembangunan, ketersediaan lahan menjadi kendala paling nyata di lapangan.


Banyak desa di Jember, terutama yang berada di kawasan padat penduduk, tidak lagi memiliki lahan kosong yang bisa langsung digunakan untuk membangun koperasi.


Pemkab Jember bahkan harus mengajukan permohonan pemanfaatan lahan kepada PTPN 1 Regional 5. Setidaknya ada sekitar 20 titik yang ditunjuk sebagai calon lokasi pembangunan koperasi desa.


“Memang ada kendala lahan. Karena itu kami ajukan permohonan kepada PTPN untuk mendukung ketersediaan lokasi,” kata Sartini.


Bagi desa yang benar-benar tidak memiliki lahan, tambah Sartini, pemerintah menyiapkan skema pengelompokan atau penggabungan antar desa. Sehingga, mereka bisa membangun KDMP di lokasi yang dekat dengan desanya.


“Prinsipnya uang berputar di desa. Warga belanja di desa, keuntungan kembali ke masyarakat desa,” tegasnya.


Perlu diketahui, konsep KDMP memang dirancang sebagai pusat aktivitas ekonomi desa. Mulai dari gerai ritel kebutuhan pokok, apotek desa, hingga pangkalan elpiji. Tujuannya agar perputaran uang tetap berada di tingkat desa. (AF)

Lebih baru Lebih lama