Jurnal Investigasi Mabes Jember – Warga bersama petugas turun langsung, mengeruk pengendapan yang selama ini menghambat aliran air. Upaya ini menjadi bagian penting untuk menjaga keberlangsungan pertanian di Jember.
Kegiatan Gontor Walet atau bersih-bersih irigasi kembali digelar di Daerah Irigasi (DI) Talang,Dusun Curah Buntu,Desa/Kecamatan Jenggawah.Pembersihan saluran irigasi yang dipenuhi lumpur dan sampah terus digencarkan.
Aksi ini melibatkan sekitar 200 personel, mulai dari petugas irigasi, Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA), hingga Gabungan HIPPA (GHIPPA).
Mereka bergotong royong membersihkan sedimentasi dan sampah yang menumpuk di saluran bendungan.
Gontor Walet sejatinya merupakan agenda rutin yang selama ini dilaksanakan di berbagai saluran irigasi maupun sungai di Jember.
Semangat bersih-bersih irigasi untuk menjaga nadi pertanian ini terus digaungkan dalam setiap kegiatan.
Namun, dalam dua tahun terakhir kegiatan sempat terhenti, sehingga kondisi di DI Talang mengalami kepadatan sedimen yang cukup signifikan.Apalagi dibandingkan daerah irigasi lain seperti Bedadung, kondisi di lokasi ini dinilai lebih berat.
Fungsional Sumber Daya Air (SDA) Ahli Muda Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jember, Didit Supriyono, mengatakan, Gontor Walet merupakan bagian dari pengelolaan irigasi partisipatif yang melibatkan masyarakat secara langsung.
Warga dan petugas gotong-royong membersihkan saluran irigasi di Dusun Curah Buntu, Desa/Kecamatan Jenggawah. Hal ini dilakukan agar aliran air ke sawah kembali lancar.Keterlibatan masyarakat, khususnya petani, dinilai penting untuk menjaga sistem irigasi.
“Inilah kegiatan rutin tahunan yang melibatkan seluruh penerima manfaat, khususnya kelompok tani, agar saluran irigasi tetap terjaga dan berfungsi optimal,” ujarnya.
Selain berdampak pada lancarnya distribusi air, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan saluran irigasi.
“Harapannya ini bisa menumbuhkan kesadaran bersama bahwa menjaga irigasi adalah tanggung jawab bersama,” tambahnya.
Dengan upaya ini, kondisi saluran irigasi di DI Talang diharapkan kembali optimal dan mampu mendukung produktivitas pertanian secara berkelanjutan.
Menariknya, kegiatan ini dilaksanakan secara swadaya tanpa pembiayaan besar dari pemerintah. Warga bahu-membahu melakukan pembersihan dengan semangat gotong royong.
Harapannya, kesadaran tersebut tidak hanya muncul pada saat kegiatan berlangsung, tetapi menjadi kebiasaan bersama.(AF)

