Lima Puluh Kota —||
Kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dan fasilitas publik kembali ditunjukkan oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) GRIB Jaya Kabupaten Lima Puluh Kota bersama kelompok masyarakat Guguak VIII Koto Bersatu. Pada Minggu (3/5/2026), kedua elemen tersebut turun langsung ke lapangan menggelar aksi gotong royong besar-besaran di Pasar Daerah Dangung-Dangung.
Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas sosial biasa, melainkan bentuk nyata komitmen dalam menjaga kebersihan, kenyamanan, serta keberlangsungan aktivitas ekonomi masyarakat. Pasar sebagai pusat perputaran ekonomi rakyat memiliki peran vital, sehingga kondisi lingkungan yang bersih dan tertata menjadi kebutuhan utama bagi pedagang maupun pengunjung.
Sejak pagi hari, puluhan anggota GRIB Jaya, relawan Guguak VIII Koto Bersatu, serta masyarakat sekitar tampak bahu-membahu membersihkan seluruh area pasar. Mereka menyasar berbagai titik, mulai dari los pedagang, area parkir, saluran drainase, hingga lingkungan luar pasar yang selama ini menjadi titik penumpukan sampah.
Menariknya, kegiatan ini juga merupakan bagian dari sinergi antara organisasi masyarakat dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Lima Puluh Kota. Dalam kesempatan tersebut, perawatan dan pemeliharaan Pasar Dangung-Dangung secara resmi dipercayakan kepada GRIB Jaya dan Guguak VIII Koto Bersatu. Hal ini menjadi bentuk pengakuan atas komitmen serta konsistensi kedua pihak dalam menjaga aset publik.
Aksi bersih-bersih ini dipimpin langsung oleh Ketua DPC GRIB Jaya Kabupaten Lima Puluh Kota, Anes Brasco, yang hadir bersama Komandan Satuan Tugas (Satgas) GRIB Jaya, Andi Ilham. Kehadiran pimpinan organisasi di tengah kegiatan menjadi bukti bahwa gerakan ini bukan hanya seremonial, melainkan wujud kepedulian yang nyata dan berkelanjutan.
Dalam keterangannya di sela kegiatan, Anes Brasco menegaskan bahwa kebersihan pasar merupakan faktor utama dalam menciptakan kenyamanan bagi masyarakat.
“Pasar yang bersih adalah kunci kenyamanan. Pedagang bisa berjualan dengan tenang, pembeli pun merasa lebih nyaman untuk bertransaksi. Ini adalah bentuk pengabdian kami kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan secara mandiri, tanpa harus selalu bergantung pada pemerintah.
Proses pembersihan dilakukan secara menyeluruh dan terorganisir. Sampah-sampah yang menumpuk diangkut, saluran air dibersihkan agar tidak tersumbat, serta area pasar ditata ulang agar terlihat lebih rapi dan nyaman. Semangat gotong royong yang menjadi budaya masyarakat Indonesia tampak begitu kental dalam kegiatan ini.
Para pedagang yang beraktivitas di Pasar Dangung-Dangung menyambut baik kegiatan tersebut. Mereka mengaku merasa terbantu dengan adanya aksi ini, mengingat kondisi pasar sebelumnya dinilai mulai kurang terawat di beberapa titik.
“Sangat bagus kegiatan seperti ini. Kami sebagai pedagang tentu senang kalau pasar bersih. Pembeli juga jadi lebih betah,” ungkap salah seorang pedagang.
Mereka berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara rutin, sehingga kondisi pasar tetap terjaga dan semakin representatif sebagai pusat perdagangan rakyat yang sehat dan nyaman.
Aksi gotong royong ini sekaligus menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara organisasi masyarakat, pemerintah daerah, dan warga dapat memberikan dampak positif secara langsung. Tidak hanya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial serta mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
Dengan langkah konkret seperti ini, GRIB Jaya dan Guguak VIII Koto Bersatu kembali membuktikan perannya sebagai garda terdepan dalam mendukung pembangunan daerah. Keberadaan mereka tidak hanya dirasakan dalam wacana, tetapi juga melalui aksi nyata yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Semangat kebersamaan yang ditunjukkan di Pasar Dangung-Dangung diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi wilayah lain untuk terus menjaga lingkungan, memperkuat gotong royong, serta membangun daerah secara berkelanjutan.
Wartawan: Yori_BM

