Harisuddin Hadiri Pembukaan Pelatihan Identifikasi Bakat Olahraga Guru PJOK SD se-Kabupaten Pasaman 2026

 




Pasaman — ||

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasaman dari Fraksi Partai Demokrat, Harisuddin, menghadiri pembukaan kegiatan Deteksi dan Pelatihan Sistem Identifikasi Bakat bagi guru-guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) tingkat Sekolah Dasar (SD) se-Kabupaten Pasaman Tahun 2026 yang digelar di GOR Tuanku Rao, Kabupaten Pasaman, pada Sabtu, 23 Mei 2026.


Kehadiran Harisuddin dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan olahraga di Kabupaten Pasaman, khususnya dalam menciptakan sistem pembinaan atlet usia dini yang lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan.


Dalam kesempatan itu, Harisuddin menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya pelatihan yang dinilai memiliki peran strategis dalam membantu para guru PJOK memahami metode identifikasi bakat olahraga pada peserta didik sejak dini. Menurutnya, guru memiliki posisi penting dalam menemukan potensi anak-anak yang nantinya dapat dibina menjadi atlet berprestasi di berbagai cabang olahraga.


“Pendidikan olahraga tidak hanya soal aktivitas fisik di sekolah, tetapi juga tentang bagaimana kita mampu mengenali potensi terbaik anak-anak sejak usia dini. Guru PJOK menjadi garda terdepan dalam proses itu,” ujar Harisuddin di sela kegiatan.


Pelatihan tersebut diikuti oleh guru-guru PJOK SD dari berbagai kecamatan di Kabupaten Pasaman. Kegiatan difokuskan pada penguatan pemahaman mengenai sistem deteksi bakat olahraga, teknik pengukuran kemampuan dasar siswa, hingga metode pembinaan awal yang sesuai dengan karakteristik dan potensi peserta didik.


Para peserta juga mendapatkan materi mengenai pendekatan ilmiah dalam mengidentifikasi kemampuan motorik, kekuatan fisik, kecepatan, koordinasi tubuh, serta aspek psikologis yang dapat menjadi indikator awal dalam menentukan potensi cabang olahraga tertentu bagi seorang anak.


Harisuddin menilai, program seperti ini sangat penting untuk memperkuat pondasi pembinaan olahraga daerah. Menurutnya, Kabupaten Pasaman memiliki banyak potensi atlet muda yang membutuhkan perhatian serius, pembinaan yang tepat, serta sistem pencarian bakat yang lebih sistematis.


“Kalau kita ingin melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Pasaman di tingkat provinsi maupun nasional, maka pembinaannya harus dimulai dari sekarang. Salah satunya melalui peningkatan kapasitas guru PJOK,” katanya.


Ia berharap hasil dari pelatihan tersebut dapat diterapkan secara maksimal di sekolah masing-masing, sehingga para guru mampu mendeteksi potensi olahraga siswa secara lebih cepat dan akurat. Dengan demikian, siswa yang memiliki bakat khusus dapat diarahkan mengikuti pembinaan lanjutan sesuai cabang olahraga yang diminati maupun yang sesuai dengan kemampuan mereka.


Selain menjadi momentum peningkatan kompetensi guru, kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat sinergi antara dunia pendidikan, pemerintah daerah, serta stakeholder olahraga dalam membangun ekosistem pembinaan atlet yang berkelanjutan di Kabupaten Pasaman.


Melalui kegiatan deteksi dan pelatihan sistem identifikasi bakat ini, diharapkan ke depan akan lahir bibit-bibit atlet muda potensial dari Kabupaten Pasaman yang mampu berprestasi, tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga nasional bahkan internasional, sehingga dapat membawa nama baik daerah di berbagai ajang kompetisi olahraga.


(Alfi | Jurnal Investigasi Mabes)

Lebih baru Lebih lama