Solo – ||
Sejumlah penumpang Kereta Api (KA) Matarmaja jurusan Solo–Pasar Senen mengeluhkan kondisi pintu pada gerbong 6 kelas ekonomi yang diduga mengalami kerusakan cukup parah. Pintu gerbong itu disebut kerap menimbulkan suara benturan keras saat dibuka maupun ditutup, bahkan ketika tertutup sendiri saat kereta sedang melaju.
Suara yang muncul dari pintu gerbong tersebut dinilai sangat mengganggu kenyamanan perjalanan. Tidak hanya terdengar keras, bunyi yang timbul juga membuat penumpang terkejut karena terdengar seperti ada benturan logam yang cukup kuat. Kondisi itu disebut berulang kali terjadi sepanjang perjalanan, sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman bagi penumpang yang berada di dalam gerbong.
Salah seorang penumpang gerbong 6, Ibu Alvin, mengatakan bahwa suara pintu yang bermasalah itu membuat banyak penumpang terganggu, terutama mereka yang sedang beristirahat. Menurutnya, saat pintu dibuka atau ditutup, bunyinya sangat keras dan ketika kereta berjalan, pintu yang tertutup sendiri kembali mengeluarkan suara “cetarr” yang cukup mengejutkan.
“Setiap pintu buka tutup suaranya keras sekali, seperti ada benturan. Saat kereta berjalan dan pintu tertutup sendiri, bunyinya juga keras, jadi sangat mengganggu kenyamanan penumpang. Ada yang sampai terbangun saat tidur karena kaget,” ujar Ibu Alvin.
Ia juga menambahkan bahwa kondisi tersebut turut berdampak pada penumpang yang membawa bayi. Menurutnya, setiap kali suara keras itu muncul, bayi yang berada di gerbong juga ikut tidak nyaman dan tampak terganggu.
“Ada bayi juga yang setiap ada suara itu jadi tidak nyaman. Tentu kasihan, karena perjalanan jauh seharusnya bisa lebih tenang dan nyaman,” tambahnya.
Keluhan ini menjadi perhatian penumpang karena perjalanan dengan kereta api umumnya dipilih masyarakat sebagai moda transportasi yang aman, nyaman, dan efisien. Namun, fasilitas yang mengalami kerusakan seperti pintu gerbong justru dapat mengurangi kualitas pelayanan yang dirasakan penumpang selama berada di perjalanan.
Para penumpang berharap PT Kereta Api Indonesia (KAI) segera menindaklanjuti keluhan tersebut dengan melakukan pemeriksaan dan perbaikan terhadap sarana yang bermasalah. Mereka menilai, perawatan fasilitas di dalam kereta sangat penting agar kenyamanan dan keselamatan penumpang tetap terjaga, terlebih pada perjalanan jarak jauh seperti rute Solo–Pasar Senen.
Sebagai perusahaan transportasi publik, KAI selama ini dikenal dengan semangat pelayanan yang mengutamakan keselamatan, keamanan, ketepatan waktu, dan kenyamanan. Karena itu, penumpang berharap motto pelayanan tersebut benar-benar diwujudkan dalam bentuk perawatan sarana yang lebih maksimal dan respons cepat terhadap laporan gangguan di lapangan.
Kondisi pintu gerbong yang mengeluarkan bunyi keras memang terlihat sederhana, namun bagi penumpang, gangguan semacam ini sangat berarti. Di tengah perjalanan panjang, suasana tenang menjadi kebutuhan utama, terutama bagi penumpang yang ingin beristirahat, keluarga yang membawa anak kecil, maupun bayi yang rentan terbangun oleh suara mendadak.
Dengan adanya perhatian serius dari pihak KAI, masyarakat berharap perjalanan menggunakan KA Matarmaja dan kereta lainnya dapat kembali memberikan rasa aman serta nyaman sebagaimana yang diharapkan para pengguna jasa transportasi kereta api di Indonesia.
Taruna 32



