JURNAL INVESTIGASI MABES | PEKANBARU,– Sistem pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru kembali menjadi sorotan publik. Seorang warga binaan pemasyarakatan (WBP) kasus narkotika berinisial Ibnu diduga berhasil kabur dari pengawasan petugas pada Jumat (24/7/2026). Insiden ini memicu pertanyaan besar terkait efektivitas pengawalan internal di dalam lembaga tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, narapidana yang berasal dari Blok F tersebut awalnya mengeluhkan kondisi kesehatan. Ia kemudian meminta izin untuk menjalani pemeriksaan medis di klinik yang berada di dalam lingkungan lapas. Namun, saat proses pelayanan kesehatan berlangsung, diduga terjadi celah kelalaian pengawasan sehingga Ibnu dilaporkan hilang dari pantauan petugas.
Peristiwa ini menjadi alarm keras bagi manajemen pengamanan Lapas Kelas IIA Pekanbaru. Publik kini mendesak adanya evaluasi total terhadap sistem kontrol internal, mekanisme pengawasan petugas, serta ketepatan penerapan Standard Operating Procedure (SOP). Hingga berita ini diturunkan, pihak redaksi masih berupaya menghubungi pihak berwenang Lapas Pekanbaru untuk mendapatkan konfirmasi resmi dan kronologi detail terkait pencarian warga binaan tersebut.

