Stok BBM di Sumbar Dipastikan Aman, Hiswana Migas: Antrean Terjadi Akibat Keterlambatan Distribusi

 





Padang – Jurnal Investigasi Mabes

Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Sumatera Barat, Ridwan Hosen, memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Sumatera Barat dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.

Menurut Ridwan, antrean panjang yang sempat terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) bukan disebabkan oleh kelangkaan stok BBM, melainkan karena keterlambatan distribusi akibat gangguan pada jalur transportasi dan kemacetan di beberapa titik.

"Yang terjadi bukan kelangkaan BBM. Baik Pertalite, Biosolar, maupun BBM non-subsidi lainnya, seluruh produk tersedia. Distribusi hanya melambat karena adanya gangguan prasarana transportasi. Di beberapa titik sedang dilakukan perbaikan sehingga pengiriman BBM ke SPBU mengalami keterlambatan," ujar Ridwan dalam pesan resmi yang diterima Jurnal Investigasi Mabes Sumbar, Rabu (8/7/2026).

Ridwan mengimbau masyarakat agar tidak panik dalam menyikapi kondisi tersebut. Ia menegaskan seluruh SPBU di Sumatera Barat tetap beroperasi normal dan siap melayani kebutuhan masyarakat.

"Kami atas nama Hiswana Migas mewakili seluruh SPBU di Sumatera Barat tetap siap melayani kebutuhan masyarakat. Kami mohon masyarakat bersabar dan tidak perlu panik. Mari bersama-sama menjaga situasi agar tetap kondusif," tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Ridwan juga mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan Pertamina Patra Niaga dalam menjaga kelancaran distribusi BBM selama terjadi gangguan di jalur distribusi.

Beberapa langkah yang telah dilakukan antara lain mempercepat operasional terminal BBM yang kini mulai beroperasi sejak pukul 00.00 WIB, dari sebelumnya pukul 06.00 WIB, menambah armada mobil tangki, serta berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk melakukan pengawalan kendaraan pengangkut BBM agar dapat melewati titik-titik kemacetan dengan lebih cepat.

"Upaya yang dilakukan Pertamina patut kami apresiasi. Mereka mempercepat operasional terminal, menambah armada mobil tangki, serta meminta pengawalan dari kepolisian sehingga distribusi dapat lebih cepat sampai ke SPBU," katanya.

Menurut Ridwan, berbagai langkah yang dilakukan Pertamina Patra Niaga, baik di tingkat regional maupun pusat, sudah sangat maksimal dalam mengatasi keterlambatan distribusi akibat kondisi di lapangan.

Meski demikian, ia menilai kondisi tersebut menjadi momentum untuk memperkuat infrastruktur distribusi energi di Sumatera Barat. Salah satu usulan yang didorong Hiswana Migas adalah penambahan integrated terminal sebagai penyangga pasokan BBM di daerah.

"Kami berharap ke depan ada penambahan integrated terminal di Sumatera Barat. Dengan adanya fasilitas tersebut, kapasitas penyimpanan BBM akan lebih besar dan distribusi menjadi lebih fleksibel apabila terjadi gangguan di jalur transportasi seperti yang kita alami saat ini," ujarnya.

Ridwan menambahkan, keberadaan integrated terminal tambahan akan meningkatkan ketahanan energi daerah, mempercepat proses distribusi, serta mengurangi risiko keterlambatan pasokan ketika terjadi bencana, kemacetan, maupun perbaikan infrastruktur jalan.

Ia optimistis, dengan dukungan pemerintah dan Pertamina, penguatan infrastruktur distribusi BBM di Sumatera Barat dapat segera direalisasikan sehingga pelayanan kepada masyarakat menjadi semakin andal dan potensi antrean panjang akibat hambatan distribusi dapat diminimalkan.

"Kami optimistis, dengan sinergi pemerintah, Pertamina, dan seluruh pemangku kepentingan, pelayanan distribusi BBM di Sumatera Barat akan semakin baik sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara optimal," tutup Ridwan.

Ok

Lebih baru Lebih lama