Diduga Bundes Desa Gedung Ketapang Banya Bermasalah Akan Segera Dilaporkan Ke pihak Hukum

 





Kabupaten Lampung Utara Media jurnal investigasi mabes com ketua Lembaga investigasi negara Lin( eka marya fitri ana) Dan awak media mencoba mendatangi dikediaman ketua bundes gedung ketapang kecamatan sungkai selatan bertemu dengan ketua bumdes atas nama(supri) tim langsung konfirmasi terkait pengelolaan dana bumdes desa gedung ketapang jelasnya (supri) selaku ketua bumdas ia menjelaskan bener saya ketua bundes sebelum menjalankan pengelola dana tersebut kami musyawarahkan dengan masyarakat di kediaman saya sendiri dihadiri ketua bpd setelah itu kami jalankan untuk pemelihara ayam potong senilai(1000) ekor dan untuk isi pelengkapan kandan ayam kami anggarkan Rp 25.000.000 dan untuk menbeli bibit ayak potong kami anggarkan Rp 8.000.000 juta dan untuk sewa kandang satu tahun Rp 15.000.000 juta rupiah ungkap supri ke awak media dan ketua lembaga. hari kamis tgl 13/8/2026.


Pasalnya supri selaku ketua bumdes menjelaskan untuk pengelolaan ayam potong kami tidak rugi dan tidak untung pak untuk modal ayak tersebut sudah kami kembalikan ke rekening bundes senilai Rp 33.000.000 rupiah untuk pencairan dana bundes tahap 1 dan tahap kedua pencairan dana bundes saya tidak tahu pak karena saya tidak di ajak mereka tentunya rekening bundes di pegang oleh bendahara bundes sendiri atas nama (nisar) untuk tahap ke 2 keterangan supri dan istri bundes ia menjelaskan ada nya perubahan tim bertanya seperti apa perubahan dan arahan dari mana jelasnya supri ke tim awak media dan ketua lembaga itu arahan dari pak kades kami sendiri tim berta lagi berapa jumlah dana bundes desa gedung ketapang ungkap supri selaku ketua bundes saya tidak tahu kenapa saya jawab seperti itu pak karena saya tidak pernah di beritahukan oleh bendahara  bumdes nisar saya cuma dikasih dana untuk pelengkapan kandang dan untuk membeli bibit ayam potong dan pakan ayam total Rp 33.000.000 rupiah setelah panen kami kebalikan ke rekening bundes. 


Lanjut masih keterangan ketua bundes (supri) ia menjelaskan tahap ke 1 dan tahap ke 2 itu mereka menawarkan lahan untuk menanam jagung tim bertanya dimana lokasi jawab supri saya tidak tahu pak karena saya tidak dilibatkan mereka pak kelanjutan bundes desa gedung ketapang saya tidak paham tim mintak untuk memangil bendahara dan sekertaris bumdes tetapi ketua bumdes tidak bisa menghubungin mereka aneh nya lagi ketus bundes tidak tahu berapa jumlah dana bundes pada tahun 2025 supri tidak paham malah supri menjes kan dana untuk kandang saja yang ia tahu tidak lama kemudian supri selaku ketua bumdes pergi meninggalkan tim awak media dan ketua lembaga seolah olah supri ketakutan untuk di mintak keterangan lebih lanjut lagi. 


aneh nya lagi keterangan supri selaku ketua bumdes tidak sesuai dalam keterangan bendahara bundes nisar sepertinya ketua bundes supri memojokkan bendahara bundes desa gedung ketapang ada beberapa hari lalu tim konfirmasi dengan bendahara bundes nisar ia menjelaskan ke tim awak media setelah cair dana bundes baik tahap ke 1 dan tahap ke 2 itu diambil ketua bumdes supri sendiri dari tangan bendahara bapak nisar tetapi jauh berbeda keterangan supri ketua bumdes ia tidak tahu malah supri menjelaskan ada nya perubahan itu pak kades kami sendiri maka dialihkan untuk menanam jagung tetapi saya selaku ketua bundes tidak tahu apa benar atau tidak. ungkap supri

bukankah bundes di sebut badan usaha milik desa demi untuk memajukan desa terbentuk adanya dana bundes di keluarkan dari dana desa di sebut dana 20℅ untuk ketahanan pangan sepeti untuk pengelola k3 1w kandang kolam dan ternak diharuskan untuk musyawarah dengan masyarakat nya dan dihadiri oleh ketua bpd badan musyawarah desa tugas dan pungsi bpd desa


 Kami minta kepada pihak penegak hukum APH yang berada di kabupaten lampung untara untuk mengusut kasus ketua bumdes atas nama(supri) diduga adanya kejanggalan pengelolaan  dana bumdes desa gedung ketapang.dan kami minta kepada pihak INSPEKTORAT  kabupaten lampung utara untuk mengaudit dana bundes yang berada di desa gedung ketapang kecamatan sungkai selatan di duga ada nya fiktif dan mar up pengelolaan dana bumdes 



penulis.kaperwil lampung

Lebih baru Lebih lama