JURNAL INVESTIGASI MABES | BANDA ACEH,– Direktorat Lalu Lintas Polda Aceh terus menggelorakan kampanye keselamatan lalu lintas sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mematuhi peraturan lalu lintas serta menekan potensi terjadinya kecelakaan di jalan raya.
Kegiatan kampanye keselamatan kali ini dilaksanakan oleh personel Subdit Kamsel Ditlantas Polda Aceh di sejumlah titik yang menjadi pusat aktivitas dan pergerakan kendaraan di Kota Banda Aceh, di antaranya Simpang Dodik dan Simpang Lima.
Kegiatan tersebut dilakukan dengan memberikan edukasi dan imbauan secara langsung kepada para pengguna jalan. Personel mengajak seluruh pengendara untuk tidak hanya tertib karena adanya petugas, tetapi menjadikan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas sebagai budaya dan kebutuhan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam kampanye tersebut, pengendara sepeda motor (R2) diingatkan agar selalu menggunakan helm berstandar SNI, baik bagi pengemudi maupun penumpang. Helm juga harus digunakan dengan benar dan dikaitkan agar dapat memberikan perlindungan secara maksimal apabila terjadi kecelakaan.
Sementara kepada pengemudi dan penumpang kendaraan roda empat (R4), personel mengingatkan agar selalu menggunakan safety belt atau sabuk keselamatan selama berada di dalam kendaraan.
Selain penggunaan perlengkapan keselamatan, personel juga memberikan penekanan kepada para pengguna jalan untuk tidak menerobos lampu merah. Setiap pengendara diminta berhenti ketika lampu lalu lintas berwarna merah dan kembali berjalan setelah lampu berubah hijau serta kondisi lalu lintas dinyatakan aman.
Pengendara juga diimbau untuk mematuhi rambu dan marka jalan, menjaga kecepatan, tidak menggunakan telepon seluler saat berkendara, tidak berkendara dalam kondisi yang dapat mengurangi konsentrasi, serta selalu mengutamakan keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.
Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Aceh Kompol Indra Lukman Prabowo, S.H., S.I.K., M.Si., mengatakan bahwa kampanye keselamatan merupakan bagian dari upaya preventif dan edukatif Polantas dalam membangun kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas.
Menurutnya, keselamatan di jalan raya tidak cukup hanya mengandalkan keberadaan petugas. Keselamatan harus tumbuh dari kesadaran setiap individu pengguna jalan.
“Kami terus menggelorakan kampanye keselamatan lalu lintas karena keselamatan merupakan tanggung jawab kita bersama. Kami mengajak seluruh masyarakat, khususnya para pengendara, untuk selalu mematuhi peraturan lalu lintas dan menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan, bukan sekadar kewajiban,” ujar Kompol Indra.
Ia juga mengingatkan para pengendara sepeda motor untuk tidak mengabaikan penggunaan helm.
“Bagi pengendara roda dua, gunakan helm yang berstandar SNI, bukan hanya pengendaranya tetapi juga penumpangnya. Helm harus digunakan dengan benar dan dikaitkan. Ini merupakan perlindungan pertama ketika terjadi kecelakaan,” jelasnya.
Sedangkan bagi pengendara kendaraan roda empat, Kompol Indra mengingatkan pentingnya penggunaan sabuk keselamatan.
“Untuk pengemudi maupun penumpang kendaraan roda empat, mari biasakan menggunakan safety belt. Jangan menganggap sabuk keselamatan sebagai hal sepele, karena penggunaannya dapat memberikan perlindungan ketika terjadi benturan atau kecelakaan,” katanya.
Kompol Indra juga memberikan perhatian khusus terhadap kepatuhan terhadap lampu lalu lintas. Menurutnya, menerobos lampu merah merupakan perilaku yang sangat berisiko karena dapat menyebabkan terjadinya konflik antar kendaraan dan berpotensi menimbulkan kecelakaan.
“Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jalan, jangan menerobos lampu merah. Bersabar beberapa detik jauh lebih baik daripada mengambil risiko kehilangan keselamatan. Lampu merah bukan sekadar aturan, tetapi merupakan sistem untuk mengatur pergerakan kendaraan agar semua pengguna jalan dapat melintas dengan aman,” tegasnya.
Ia mengajak masyarakat untuk saling menghormati dan memberikan ruang keselamatan kepada sesama pengguna jalan.
“Mari kita mulai dari diri sendiri. Gunakan helm SNI, gunakan safety belt, patuhi lampu lalu lintas, jangan ngebut, jangan menggunakan handphone saat berkendara dan selalu konsentrasi. Keselamatan diri kita juga merupakan bentuk kasih sayang kepada keluarga yang menunggu di rumah,” tutur Kompol Indra.
Ditlantas Polda Aceh melalui Subdit Kamsel akan terus meningkatkan kegiatan edukasi dan kampanye keselamatan lalu lintas dengan menyasar berbagai kelompok masyarakat dan lokasi yang memiliki aktivitas lalu lintas tinggi.
Pendekatan edukatif dan humanis diharapkan dapat membangun kesadaran masyarakat secara berkelanjutan sehingga kepatuhan berlalu lintas tidak hanya muncul ketika ada petugas, tetapi menjadi kebiasaan dalam setiap perjalanan.
Kampanye keselamatan di Simpang Dodik dan Simpang Lima juga menjadi momentum untuk mengingatkan kembali bahwa jalan raya merupakan ruang bersama yang harus digunakan dengan penuh tanggung jawab.
Setiap pengguna jalan memiliki hak untuk merasa aman, namun pada saat yang sama juga memiliki kewajiban untuk tidak membahayakan pengguna jalan lainnya.
Ditlantas Polda Aceh mengajak seluruh masyarakat Aceh untuk bersama-sama menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas dengan memulai dari hal-hal sederhana: menggunakan perlengkapan keselamatan, mematuhi rambu dan lampu lalu lintas, menjaga kecepatan, serta mengutamakan keselamatan dalam setiap perjalanan.
“Ingat, tidak ada perjalanan yang lebih penting daripada keselamatan. Ada keluarga yang menunggu kita pulang. Mari tertib berlalu lintas, mari saling menghargai, dan mari bersama-sama mewujudkan lalu lintas yang aman dan berkeselamatan,” pungkas Kompol Indra.
Melalui kampanye tersebut, Polantas Aceh menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, memberikan edukasi, membangun kesadaran dan menggelorakan budaya keselamatan demi terwujudnya Keamanan, Keselamatan, Ketertiban dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas) di wilayah Aceh.
POLANTAS ACEH HADIR UNTUK MASYARAKAT
Tertib Berlalu Lintas, Selamat di Jalan.
Gunakan Helm SNI, Gunakan Safety Belt, Jangan Terobos Lampu Merah.
Ingat, Keluarga Menanti Kita Pulang.

