JURNAL INVESTIGASI MABES | BANDA ACEH,– Pendekatan humanis terus dikedepankan Ditlantas Polda Aceh dalam membangun budaya tertib berlalu lintas. Bukan hanya melakukan penindakan, polisi lalu lintas memilih turun langsung ke jalan untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya keselamatan berkendara.
Langkah tersebut dilakukan personel Subdit Kamsel Ditlantas Polda Aceh melalui kampanye tertib berlalu lintas kepada para pengendara kendaraan bermotor di Jalan Teuku Umar, kawasan Simpang Empat Traffic Light Simpang Jam, Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh, Senin (7/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung aman dan lancar itu dipimpin Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Aceh Kompol Indra Lukman Prabowo, S.H., SIK., M.Si., didampingi Kompol Elfutri dan personel Subdit Kamsel.
Dengan pendekatan komunikatif, petugas menyampaikan sejumlah pesan keselamatan kepada para pengguna jalan. Mulai dari mematuhi rambu-rambu lalu lintas, tidak menerobos lampu merah, tidak menggunakan telepon genggam saat berkendara, hingga penggunaan perlengkapan keselamatan.
Pengendara sepeda motor diminta menggunakan helm SNI, baik bagi pengemudi maupun penumpang. Sedangkan pengendara kendaraan roda empat diingatkan untuk selalu menggunakan sabuk keselamatan.
Petugas juga mengingatkan masyarakat agar melengkapi identitas diri dan kendaraan sesuai ketentuan serta membangun sikap saling menghormati antar pengguna jalan.
Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Aceh Kompol Indra Lukman Prabowo mengatakan, keselamatan lalu lintas tidak cukup hanya mengandalkan penegakan hukum. Kesadaran masyarakat menjadi kunci utama untuk menciptakan lalu lintas yang aman dan tertib.
«“Kita tidak ingin keselamatan hanya dipahami ketika sudah terjadi kecelakaan. Keselamatan harus dimulai dari kesadaran setiap pengendara untuk mematuhi aturan,” ujarnya.»
Menurut Indra, kepatuhan terhadap aturan lalu lintas merupakan bentuk tanggung jawab bersama. Hal-hal yang terlihat sederhana, seperti berhenti saat lampu merah, memakai helm dan sabuk pengaman, serta tidak menggunakan handphone ketika berkendara, memiliki dampak besar terhadap keselamatan.
«“Jangan karena ingin cepat sampai, kita mengabaikan keselamatan. Ingat, di jalan raya kita tidak sendiri. Ada keluarga yang menunggu kita pulang dengan selamat,” tegasnya.»
Ia mengajak seluruh masyarakat Banda Aceh untuk menjadikan tertib berlalu lintas sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, bukan semata-mata karena adanya petugas kepolisian.
Kampanye tersebut berlangsung tertib dan lancar. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Subdit Kamsel Ditlantas Polda Aceh dalam membangun budaya keselamatan melalui edukasi yang persuasif, humanis dan menyentuh langsung masyarakat.
Polantas Aceh untuk Masyarakat: tertib bukan karena takut ditilang, tetapi karena sadar keselamatan adalah kebutuhan.

