JURNAL INVESTIGASI MABES | BANDA ACEH,– Keselamatan berlalu lintas tidak cukup hanya mengandalkan penindakan. Kesadaran setiap pengguna jalan menjadi kunci untuk mencegah pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas.
Pesan itulah yang digaungkan Direktorat Lalu Lintas Polda Aceh melalui Subdit Kamsel bersama komunitas ojek online (Ojol) saat menggelar kampanye tertib berlalu lintas di kawasan Jalan T. Iskandar, Simpang 4 Traffic Light, Kecamatan Ulee Kareng, Kota Banda Aceh, Selasa (1/9/2026).
Kegiatan menyasar langsung para pengendara kendaraan bermotor yang melintas. Polisi bersama komunitas Ojol turun ke jalan menyampaikan imbauan keselamatan dengan pendekatan humanis dan komunikatif.
Kampanye tersebut dipimpin Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Aceh Kompol Indra Lukman Prabowo, S.H., SIK., M.Si., didampingi Kompol Shaiful Anam, STP., MM., serta personel Subdit Kamsel Ditlantas Polda Aceh.
Bukan hanya memberikan imbauan, polisi juga mengajak komunitas Ojol menjadi bagian dari gerakan keselamatan berlalu lintas. Sebab, pengemudi Ojol merupakan salah satu kelompok masyarakat yang memiliki intensitas tinggi berada di jalan raya dan berinteraksi langsung dengan berbagai karakter pengguna jalan.
“Ojol bukan hanya sebagai pengguna jalan, tetapi juga dapat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas. Setiap hari mereka berada di jalan, sehingga memiliki peran strategis untuk memberikan contoh berkendara yang tertib dan berkeselamatan kepada masyarakat,” kata Kompol Indra.
Jangan Terobos Lampu Merah, Jangan Main HP Saat Berkendara
Dalam kampanye tersebut, sejumlah pesan keselamatan disampaikan kepada para pengendara. Polisi mengingatkan masyarakat agar mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan tidak menerobos lampu merah.
Penggunaan telepon seluler saat mengemudi juga menjadi perhatian. Pengendara diminta tidak menggunakan handphone ketika kendaraan sedang bergerak karena dapat mengurangi konsentrasi dan meningkatkan risiko kecelakaan.
Untuk pengendara sepeda motor, polisi mengingatkan pentingnya menggunakan helm berstandar SNI, baik bagi pengemudi maupun penumpang.
Sedangkan pengemudi kendaraan roda empat diminta selalu menggunakan sabuk pengaman sebagai bagian dari perlindungan keselamatan selama perjalanan.
“Kami mengajak masyarakat untuk memahami bahwa aturan lalu lintas dibuat bukan untuk membatasi, tetapi untuk melindungi. Jangan sampai karena terburu-buru, tidak sabar menunggu lampu hijau, atau menggunakan handphone saat berkendara, keselamatan diri dan orang lain menjadi taruhan,” ujar Kompol Indra.
Tertib Bukan Karena Takut Ditilang
Menurut Kompol Indra, perubahan perilaku pengguna jalan harus dibangun melalui edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan.
Karena itu, Subdit Kamsel Ditlantas Polda Aceh terus mendorong keterlibatan berbagai komunitas masyarakat dalam kampanye keselamatan. Pendekatan kolaboratif dinilai lebih efektif untuk menumbuhkan kesadaran bahwa keselamatan merupakan kebutuhan bersama.
“Tertib berlalu lintas jangan hanya karena takut ditilang. Yang paling penting adalah kesadaran bahwa setiap orang memiliki keluarga yang menunggu di rumah. Karena itu, jadikan keselamatan sebagai kebutuhan, bukan sekadar kewajiban,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh pengguna jalan untuk saling menghormati, menjaga etika berkendara dan tidak melakukan tindakan yang membahayakan pengguna jalan lainnya.
Mulai dari mematuhi lampu lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, melengkapi surat-surat dan identitas kendaraan, hingga menjaga konsentrasi saat berkendara, seluruhnya menjadi bagian dari upaya menciptakan lalu lintas yang aman.
Sinergi antara kepolisian dan komunitas Ojol dalam kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk nyata kehadiran Polantas di tengah masyarakat.
Komunitas Ojol diharapkan dapat menjadi perpanjangan pesan keselamatan kepada masyarakat karena aktivitas mereka bersentuhan langsung dengan jalan raya setiap hari.
“Kita ingin membangun gerakan bersama. Polisi tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan partisipasi komunitas, pengemudi, pelajar, pekerja dan seluruh masyarakat untuk menciptakan budaya tertib berlalu lintas,” kata Kompol Indra.
Melalui kampanye tersebut, Ditlantas Polda Aceh menegaskan komitmennya untuk terus mengedepankan langkah preventif, edukatif dan humanis dalam mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas).
Kegiatan kampanye berjalan aman, tertib dan lancar.
Pesan yang dibawa sederhana, tetapi penting: jadilah pengendara yang tertib, jadilah pengguna jalan yang beretika, dan jadilah pelopor keselamatan berlalu lintas.
POLANTAS ACEH UNTUK MASYARAKAT – TERTIB BERLALU LINTAS, SELAMAT SAMPAI TUJUAN.

