HEBOHHH...!!!! 20 Koper Dugaan Suap Summarecon Seret ATR/BPN, For-WIN Tagih Kejujuran Wamen: Menteri Bersih Atau Cuci Tangan?



JAKARTA, - ||

Skandal memalukan, kembali mencoreng marwah Kementerian ATR/BPN. Setelah KPK mengobrak-abrik kantor kementerian, muncul informasi mengejutkan yang coba ditutup-tutupi: bukan 4 koper, melainkan 20 koper berisi dugaan uang suap terkait penerbitan HGB PT Summarecon Agung Tbk!


Bau busuk korupsi itu, semakin menyengat. Publik bertanya-tanya, ada apa di balik tembok ATR/BPN? Mengapa jumlah koper simpang siur? Ada upaya pengkaburan barang bukti?


Berdasarkan hal tersebut, FC-Goest inisiator Forum Wartawan Investigasi Nusantara (For-WIN) tergerak untuk mencari tau dengan meminta tanggapan secara resmi melayangkan surat konfirmasi dan klarifikasi kepada Wakil Menteri ATR/BPN via chat WA.


Ada tiga pertanyaan yang diajukan For-WIN untuk Wamen:


1. Ada apa dengan 20 koper? Mengapa informasi dilapangan menyebut 20 koper, sementara yang dirilis ke publik hanya 4 koper? Kemana 16 koper lainnya? Siapa yang bermain?


2. Menteri bersih atau ikut bermain? Benarkah Menteri ATR/BPN bersih dari pusaran suap HGB Summarecon? Atau ada skenario cuci tangan tingkat tinggi untuk selamatkan pucuk pimpinan? Rakyat butuh kejujuran, bukan drama!


3. Marwah Kementerian sudah hancur, apa solusinya? Setelah nama baik ATR/BPN hancur lebur di mata publik akibat ulah oknum mafia tanah berbaju pejabat, langkah apa yang akan diambil Wamen? Diam seribu bahasa atau berani bongkar borok sendiri? 


"Ini jelas sudah menciderai marwah Kementerian ATR,/BPN. Kami minta Wamen jangan bungkam. Jawablah dengan jantan. Asal tau saja, Publik sudah muak dengan pejabat yang hanya bisa pencitraan," ungkap FC-Goest, Inisiator For-WIN disela ngopi bareng awak media, Selasa (22/9).


For-WIN memberi waktu 1x24 jam. Jika Wamen ATR/BPN tetap bungkam dan memilih berlindung di balik ketiak kekuasaan, maka patut diduga ada sesuatu yang besar yang sepertinya sedang ditutup-tutupi.


Hingga berita ini diturunkan, Wamen ATR/BPN masih memilih bungkam. surat dan pesan WhatsApp tidak dijawab. Apakah ini bentuk arogansi kekuasaan itu? Atau bentuk kepanikan, karena borok akan terbongkar?


"For-WIN dan awak media, tidak akan berhenti. Kami akan terus telusuri dan bongkar kasus yang sudah menciderai program itikad baik presiden hingga tuntas sampai ke akar-akarnya!"

Red.

Lebih baru Lebih lama