Berdasarkan data terbaru, 6 Provinsi Prioritas Nasional adalah; Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Riau, Sumatera Selatan, Jambi. Ini lantaran disebabkan, karena wilayah tersebut punya lahan gambut luas dan risiko tinggi.
Berdasarkan fakta lapangan 29 Agustus 2026:
1. Hotspot terbanyak: Kalteng, disusul Kalbar, Sumsel, Kalsel
2. Data SiPongi 30 Agustus: 946 titik api tingkat kerawanan tinggi. Tertinggi di Kalbar 455 titik dan Kalteng 308 titik
3. Luas terdampak Januari - Agustus 2026: 9.943 hektare dari 2.019 kejadian
4. Asap lintas negara: Sejak 6 Agustus asap sudah nyebrang ke Malaysia.
Jawa Barat pun, kini sudah terkena. Dedi Mulyadi sebagai Gubernur sudah perintahkan untuk penutupan sementara jalur pendakian Gunung Ciremai, Pangrango, Gede, Cikuray. Karena rawan karhutla, dipicu puntung rokok dan cuaca panas ekstrem
Kenapa Parah Sangat Tahun Ini?
1. Puncak kemarau: BNPB prediksi puncak risiko Agustus - September 2026. September ini "battle ground" utama
2. El Nino: BMKG prakirakan El Nino sampai awal 2027. Cuaca lebih kering dan lebih lama
3. Angin: Angin dari tenggara ke barat dorong penyebaran asap
Apa yang dilakukan pemerintah sekarang?
1. Operasi Darat jadi ujung tombak + 1.000 personel tambahan dari Kemenhut
2. Operasi Udara: 38 armada, terdiri 13 helikopter patroli plus 25 water bombing
3. Operasi Modifikasi Cuaca, dikebut biar ada hujan
4. Status Siaga Darurat, sudah ditetapkan di wilayah prioritas
KUALITAS UDARA:
Kalbar dan Kalteng sudah kategori "berbahaya". Kalsel "sangat tidak sehat". Riau, Jambi, Sumsel "tidak sehat"
DAMPAK YANG HARUS DIWASPADAI
1. *Kesehatan*: ISPA paling rentan ke anak, lansia, penderita asma
2. *Satwa*: Ada orangutan lemas diduga karena paparan asap + kekurangan air
3. *Ekonomi*: Sekolah berpotensi diliburkan.
"Semoga Allah SWT selalu memberikan perlindungan-Nya kepada kita, rakyat Indonesia. Aamiin 🤲"
🇲🇨🇲🇨🇲🇨✍️🇲🇨🇲🇨🇲🇨
September 2026,
#Goest Tanjung

