Menanti Harapan Tak Pasti, Ratusan Pegawai ASN Pemkot Bitung Berurai Air Mata Gelar Demo di Depan Kantor Walikota Bitung*









BITUNG, - II.

Menanti kejujuran dan harapan, serta kepastian dari Walikota Bitung, itulah kumpulan dari ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Bitung yang datang berpanas-panasan menggelar Aksi Demo Damai di halaman depan Kantor Walikota Bitung, Kamis (13/06-2024).


Berdasarkan pantauan Wartawan JIM Sulut, dalam Aksi Demo Damai itu massa yang tergabung dalam solidaritas ASN Pemkot Bitung, tampak menggunakan kendaraan Tronton saat berorasi untuk menyampaikan Aspirasi mereka secara bergantian.


Para ASN tersebut, terlihat pula membawa dan membentangkan spanduk serta karton yang memuat: "Senyummu Adalah Tangis Kami, "Jangan Berdusta Karena Itu Adalah Dosa", "Anak-anak Kami Juga Membutuhkan Biaya Untuk Sekolah", "Segera Dibayarkan Hak Kami Karena Anak Kami Butuh Biaya Pendidikan", "Kami Sudah Menderita", dan "Bapak Prisiden Republik Indonesia Tolong Kami ASN Kota Bitung". 


Mereka juga meminta agar Walikota Maurits Mantiri, Sekretaris Daerah Rudy Theno Dan Badan Keuangan Daerah mau keluar untuk mendengarkan Keluhan mereka sebagai ASN yang notabene pegawai mereka tersebut. 


Sementara itu, Koordinator Lapangan (Korlap) aksi damai Noldy Kalengkongan yang mewakili para ASN, tampak membacakan beberapa hal yang menjadi tuntutan para ASN Kota Bitung dengan lantang.


"Kami minta kepada bapak Walikota segera merealisasikan pembayaran TPP 2 bulan. THR, Gaji 13, 50% Sertifikasi Guru Tahun 2023, Insentif Tutor Pendidikan Kesetaraan 2023 Periode Juli s/d Desember, serta Insentif Para Bidan !" tandas Kalengkongan berapi-api. 


Namun sungguh-sungguh, orasi dan tuntutan para ASN tersebut sepertinya tidak lagi mampu mengusik rasa kemanusiaan para petinggi-petinggi di Kota Bitung. Sehingga sampai serak pun para ASN berteriak, tidak satupun para pejabat Pemkot Bitung yang sudi terlihat batang hidungnya untuk menemui keluar para ASN yang berorasi berpanasan dihalaman depan Kantor Walikota Bitung tersebut. Sungguh ironis, pejabat dan petinggi semacam itu masih ada di negeri Nusantara yang kita cintai ini.


Maka tentunya hal ini patut dipertanyakan, di mana dan dimana hati nurani para pejabat Kota Bitung itu. Mendagri Jenderal Polisi (Purn.) Prof.Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, BA, MA, Ph.D., sudah selayaknya segera mengambil langkah-langkah Evaluasi terhadap para pejabat yang sebenarnya punya mata, telinga, tapi sengaja membuta dan menuli seperti itu. *(MRL M)*

Lebih baru Lebih lama