Ketua Organisasi MIO Aceh Barat, Mengecam keras Tindakan Diskriminasi Oknum ASN Diskominsa terhadap Anggota MediaNya



Senin,20 Januari 2025


JurnalinvestigasiMabes.com||Aceh Barat – Ketua Organisasi Media Independen Online Indonesia (MIO) Aceh Barat, dengan tegas mengecam tindakan oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Dinas Komunikasi, Informasi, dan Statistik (Diskominsa) Aceh Barat. yang melakukan diskriminasi secara Linsa dan terang-terangan terhadap anggota Organisasi MIO Aceh Barat tersebut. Tindakan tersebut dinilai telah memicu perbedaan perlakuan antara wartawan dari media Nasional dan media lokal Aceh.


Ketua MIO Aceh Barat,  menyatakan bahwa tindakan tersebut tidak hanya mencederai semangat profesionalisme jurnalis, tetapi juga bertentangan dengan prinsip keadilan dan kesetaraan yang seharusnya dijunjung tinggi oleh instansi pemerintah.


“Kami sangat menyesalkan adanya oknum yang dengan sengaja membeda-bedakan wartawan berdasarkan asal media mereka. Hal ini menunjukkan sikap yang tidak profesional dan tidak menghormati kebebasan pers sebagai salah satu pilar demokrasi. Seperti yang kita ketahui baik lokal maupun Nasional masih dalam kesatuan kerangka NKRI” ujar Nya.


Tindakan diskriminasi tersebut dilaporkan terjadi dalam kegiatan silahturahmi oknum ASN Diskominsa yang bernama (Dayat) dengan Tim organisasi MiO di kantor Diskominsa Aceh Barat tersebut. anggota Organisasi MIO merasa tidak diberi perlakuan yang setara dibandingkan dengan media lokal Aceh Barat. Salah satu Anggota Tim organisasi MiO Aceh Barat mengungkapkan bahwa pihaknya merasa terpinggirkan dalam akses informasi dan fasilitas yang disediakan, bahkan kami diban-dingkan dengan media lokal yang ada di Aceh Barat.


“Kami bukan hanya sekadar media Nasional, tetapi juga bagian dari masyarakat yang berperan penting dalam menyampaikan informasi kepada publik. Diskriminasi seperti ini sangat merugikan dan mencoreng integritas pemerintah daerah,” ungkap salah satu anggota MIO.


MIO meminta Diskominsa untuk segera mengambil langkah tegas terhadap oknum ASN yang diduga melakukan tindakan diskriminasi tersebut. Selain itu, organisasi ini mendesak adanya komitmen untuk memperlakukan seluruh insan pers dengan adil tanpa memandang asal media.


“Kami berharap kejadian ini menjadi yang terakhir. Pemerintah harus menjadi contoh dalam menghormati hak dan kebebasan pers. Diskriminasi dalam bentuk apa pun tidak dapat diterima,” tegas Nya.


MIO juga berkomitmen untuk terus mengawal kasus ini hingga ada tindakan nyata dan permintaan maaf secara resmi dari pihak terkait. Langkah ini diambil sebagai bentuk perlindungan terhadap profesionalisme jurnalis yang berjuang di lapangan demi masyarakat.





#Tim Jurnal investigasi mabes

Lebih baru Lebih lama