Jakarta, Indonesia — Dalam semangat membangun generasi bangsa yang kuat, berkarakter, dan berakhlak mulia, SBNI (Silat Budaya Nusantara Indonesia) terus mengedepankan kegiatan sosial yang positif dan berdampak luas bagi masyarakat. Salah satu terobosan besar yang digagas adalah pembentukan GASMI (Gerakan Aksi Silat Muslimin Indonesia), sebuah gerakan yang memadukan nilai-nilai spiritual, budaya, dan olahraga melalui pencak silat.
Di balik kesuksesan GASMI, berdirilah sosok sesepuh yang disegani, yakni Bapak Abdul Rojak, yang akrab dikenal dengan nama Bang Jack. Beliau merupakan tokoh visioner yang penuh semangat pengabdian, serta memiliki rekam jejak panjang dalam dunia pencak silat dan pembinaan generasi muda.
Di bawah bimbingan langsung Bang Jack, GASMI berkembang pesat dan berhasil mencetak santri-santri juara yang tak hanya meraih medali emas di berbagai kejuaraan silat, tapi juga sukses menembus jenjang atlet nasional, membawa nama harum bagi pesantren, daerah, dan bangsa.
“Silat bukan sekadar bela diri. Ini tentang membentuk akhlak, membangun semangat, dan memperkuat jiwa. Melalui GASMI, kami ingin mencetak generasi muslim yang kuat secara fisik dan mental,” ujar Bang Jack dalam salah satu pernyataannya.
Dengan pendekatan yang menyentuh aspek keislaman, budaya, dan disiplin olahraga, GASMI telah menjadi pusat pembinaan karakter dan prestasi bagi generasi muda muslim. Program ini juga memperkuat komitmen SBNI dalam menjadikan pencak silat bukan hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai jalan untuk regenerasi bangsa yang tangguh dan berintegritas.
Kini, di bawah kepemimpinan sesepuh Bang Jack, GASMI menjadi simbol kebangkitan pemuda muslim Indonesia—yang berakhlak, berprestasi, dan siap membawa perubahan positif demi kejayaan agama, bangsa, dan negara.
Taruna_32

%20(15).jpeg)
