ACEH_||
Sejumlah saksi mata mendesak Ketua IDI Kabupaten Bireuen dan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Bireuen untuk mengungkap kebenaran terkait dugaan pemalsuan visum di Puskesmas Peulimbang. Para saksi, yang mengaku telah menyaksikan langsung proses pembuatan visum yang ditandatangani oleh dr. Nurul dan dr. Rina, siap memberikan kesaksian untuk membersihkan nama baik Puskesmas Peulimbang. Meskipun upaya komunikasi dengan Ketua IDI belum membuahkan hasil, para saksi tetap bertekad untuk mengawal kasus ini hingga tuntas, bahkan sampai ke pengadilan. Kasus yang telah viral ini menimbulkan pertanyaan publik, dan saksi-saksi berharap klarifikasi segera dilakukan untuk mengungkap kebenaran di balik dugaan tersebut.
Sementara itu, Dinkes Bireuen telah mengambil tindakan terhadap bidan R yang dituduh, meskipun tidak terbukti melakukan penganiayaan. Saksi-saksi juga mengungkapkan adanya indikasi rekayasa visum palsu melalui nota dinas dipindahkan ke puskesmas lain dan ke dinas kesehatan. Menariknya, para pelaku rekayasa visum tersebut diduga terhindar dari sanksi karena mendapat perlindungan dari Ketua IDI dan Dinkes Bireuen. Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan adanya upaya untuk menutup-nutupi kasus tersebut.
( Team)

