Cikarang — Rangkaian agenda Pra Kongres Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) berlangsung khidmat dan lancar di Gedung Serbaguna Balai Pelatihan dan Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (BPPTIK) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Jalan Sekolah Jababeka, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jumat malam (29/8/2025).
Pra kongres ini menjadi momentum penting bagi insan pers dari seluruh penjuru tanah air. Selain sebagai ajang konsolidasi, pertemuan ini juga meneguhkan komitmen persatuan dan integritas jelang Kongres PWI yang akan memilih Ketua Umum dan Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat periode 2025–2030.
Acara diawali dengan doa bersama dan pembacaan Al-Fatihah untuk mengenang almarhum Wina Armada Sukardi, tokoh senior PWI yang wafat pada Kamis, 3 Juli 2025. Wina dikenal sebagai sosok penting dalam perjalanan organisasi, pernah menjabat pengurus pusat sekaligus anggota Steering Committee (SC).
Suasana penuh haru itu menjadi pengingat kuat bagi para jurnalis tentang jejak perjuangan dan dedikasi para pendahulu.
Usai doa, agenda dilanjutkan dengan penandatanganan Pakta Integritas Kongres PWI 2025. Penandatanganan dilakukan pertama kali oleh jajaran Steering Committee (SC), antara lain Zulkifli Gani Ottoh, IGMB Dwikora Putra, Totok Suryanto, Lutfi L Hakim, Zacky Antony, Marah Sakti Siregar, dan Diapari Sibatangkayu.
Ketua SC Zulkifli Gani Ottoh menegaskan bahwa pakta integritas ini bukan sekadar tanda tangan formalitas. “Ini adalah komitmen moral menjaga marwah organisasi. Kongres harus berlangsung jujur, adil, dan bermartabat,” ujarnya.
Selanjutnya, giliran jajaran Organizing Committee (OC) yang menandatangani, dipimpin Ketua OC Marthen Selamet Susanto bersama Raja Parlindungan Pane, Tubagus Adhi, Firdaus Komar, Harris Sadikin, Sarjono, Muhammad Nasir, Musrifah, Sarwani, Kadirah, Herwan Pebriansyah, dan Mercys Charles Loho.
Penandatanganan ini menegaskan tekad seluruh panitia untuk menyukseskan kongres dengan penuh integritas.
Tidak hanya panitia, Ketua PWI dari seluruh provinsi di Indonesia juga turut menandatangani pakta integritas. Di antaranya Ketua PWI Kaltim Abdurrahman Amin yang menegaskan dukungan terhadap proses demokratisasi di tubuh PWI.
Para calon Ketua Umum, Akhmad Munir dan Hendry Ch. Bangun, serta calon Ketua Dewan Kehormatan, Atal S. Depari dan Sihono, juga ikut menandatangani dokumen penting tersebut.
Dalam pakta integritas disebutkan secara tegas bahwa seluruh pihak mendukung penuh siapa pun yang terpilih sebagai Ketua Umum maupun Ketua Dewan Kehormatan PWI periode 2025–2030 sepanjang melalui proses sah dan demokratis.
Sebagai penutup, Steering Committee Totok Suryanto membacakan deklarasi persatuan. Deklarasi tersebut menegaskan tekad seluruh peserta untuk menjaga kelancaran dan menjunjung tinggi marwah organisasi. “Kita berkomitmen menjadikan kongres ini wadah demokrasi yang sehat, berintegritas, dan penuh persatuan,” tegasnya.
Dengan berakhirnya pra kongres, seluruh peserta PWI menyatakan kesiapan menghadapi agenda puncak Kongres PWI 2025 yang digelar Sabtu (30/8/2025) sejak pagi hingga malam hari.
Pada pembukaan kongres, dijadwalkan hadir sejumlah tokoh penting, mulai dari Ketua Dewan Pers, Gubernur Jawa Barat, Menteri Hukum RI, hingga Menteri Komunikasi dan Digital yang sekaligus akan membuka secara resmi Kongres Persatuan PWI 2025.
Agenda puncak akan meliputi:
- Sidang Pleno I: Pembahasan Tata Tertib.
- Sidang Pleno II: Pemilihan calon Ketua Umum dan calon Ketua Dewan Kehormatan. Tahapan mencakup konfirmasi kesediaan calon, penyampaian visi-misi, hingga pemungutan suara.
- Sidang Pleno III: Pengesahan Pengurus Pusat PWI periode 2025–2030.
Mekanisme pemilihan disusun ketat dan transparan. Surat suara yang rusak, tidak terbaca, atau berisi lebih dari satu nama calon dinyatakan tidak sah. Jika hanya ada dua calon, pemenang ditentukan berdasarkan suara terbanyak. Bila lebih dari dua calon, maka calon yang meraih lebih dari 50% + 1 suara otomatis terpilih. Jika tidak terpenuhi, pemilihan putaran kedua digelar dengan menyisakan dua kandidat peraih suara terbanyak.
Apabila hasil tetap imbang, musyawarah mufakat diutamakan. Jika gagal, pemilihan akan berlanjut ke putaran ketiga atau dilakukan pengundian.
Setelah proses pemilihan selesai, pimpinan sidang akan menetapkan nama Ketua Umum dan Ketua Dewan Kehormatan terpilih. Seluruh rangkaian akan ditutup dengan sambutan resmi Menteri Komdigi.
Momentum Bersejarah
Pra Kongres PWI 2025 di Cikarang ini bukan sekadar rangkaian teknis jelang pemilihan, melainkan momentum bersejarah untuk memperkuat tekad insan pers Indonesia dalam menjaga marwah organisasi. Penandatanganan pakta integritas menjadi simbol persatuan, integritas, dan keseriusan seluruh pihak agar kongres berlangsung damai, demokratis, dan bermartabat.
Tr_32

